Polres Lampung Timur resmi menyelidiki kasus perundungan yang menimpa siswi SD yang viral.
- Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:31 WIB
WowKeren - Lampung Timur, Lampung – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan aksi perundungan disertai kekerasan fisik terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Timur. Kasus ini melibatkan korban yang berinisial NA (12), seorang siswi dari SD Negeri 2 Tanjung Aji, Kecamatan Melinting. Aksi kekerasan ini diduga dilakukan oleh tiga orang temannya sendiri.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026, bertepatan dengan waktu pulang sekolah. Menariknya, aksi perundungan ini tidak terjadi di dalam lingkungan sekolah, melainkan di sebuah gedung Taman Kanak-Kanak (TK) kosong yang terletak tidak jauh dari sekolah mereka. Dalam potongan video yang beredar luas, terlihat korban NA mengalami serangkaian tindakan kekerasan fisik, mulai dari didorong, dijambak, hingga ditampar di bagian wajah.
Karena rasa takut dan trauma psikologis yang mendalam akibat tekanan dari para pelaku, korban tampak tidak melakukan perlawanan dan hanya terdiam dengan pasrah, sembari merapikan rambutnya yang berantakan akibat dijambak. Video yang viral ini pun menimbulkan keresahan di masyarakat, yang mendorong pihak kepolisian untuk bertindak.
Kapolres Lampung Timur melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Iksir, mengonfirmasi bahwa perundungan yang melibatkan anak di bawah umur ini benar adanya. Untuk menangani kasus ini, pihak kepolisian segera menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian guna memberikan perlindungan kepada anak-anak. “Benar, kasus ini sudah masuk dalam penanganan resmi kami dan sedang dilakukan proses penyelidikan intensif. Berdasarkan hasil penelusuran tim siber dan lapangan, titik koordinat peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai,” ungkap Iptu M. Iksir.
Iptu M. Iksir menambahkan bahwa Polres Lampung Timur telah mengerahkan personel dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, baik pelaku maupun perekam video. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan manajemen sekolah setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan secara jelas motif atau alasan di balik tindakan perundungan tersebut, karena proses pengambilan keterangan dari saksi-saksi masih berlangsung. “Tim penyidik PPA saat ini masih bekerja di lapangan secara hati-hati mengingat melibatkan anak di bawah umur, jadi mohon waktu. Mengenai perkembangan dan hasil pemeriksaan lebih lanjut, nanti akan segera kami informasikan kembali secara terbuka kepada publik,” tutupnya.
(wk/timw)