Ini merupakan kali kedua George mengidap penyakit malaria ketika ia melakukan kunjungan kemanusiaan di wilayah Sudan, Afrika.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Januari 2011 - 09:41 WIB
WowKeren - George Clooney dapat musibah disela-sela kunjungan kemanusiaan ke wilayah Sudan, Afrika. Menurut informasi dari pemandu acara TV CNN "Piers Morgan Tonight", Piers Morgan, aktor berusia 49 tahun itu sempat terserang malaria yang cukup parah dan ini merupakan kali kedua George mengidap penyakit tersebut.
Tentu saja peristiwa yang dialami George itu membuat puluhan ribu penggemarnya yang didominasi kaum wanita menjadi bersimpati. Diungkapkan Piers via Twitter, ada sekitar 24.563 wanita yang menawarkan untuk merawat George. Terkait kabar tersebut, juru bicara George langsung melansir pernyataan kalau kini aktor film "The American" itu telah pulih dari penyakit malaria.
"George telah benar-benar sembuh dari malaria yang ia derita ketika berada di Sudan selama minggu pertama Januari," kata sang jubir. "Ini merupakan kedua kalinya George terserang malaria."
Sementara itu, George yang menjadi narasumber Piers di acara "Piers Morgan Tonight" yang disiarkan Jumat 20 Januari juga menceritakan pengalamannya saat mengidap penyakit malaria. "Saya rasa nyamuk di Juba (wilayah Sudan) melihat saya dan mengira saya seperti semacam bar (tempat untuk minum-minum)," kata George sambil bergurau via video conferrence.
Saat ini, George masih berada di Sudan untuk proyek kemanusiaan "Enough" yang digagas dengan maksud mengakhiri peperangan dan pembunuhan besar-besaran terutama di wilayah Sudan. Demi kelangsungan program "Enough", George bersama rekannya penulis buku serta aktivis HAM John Prendergast bekerjasama dengan situs Google dan PBB meluncurkan satelit Sentinel (3 Januari) berteknologi tinggi untuk mengawasi wilayah perbatasan antara Sudan Utara dan Sudan Selatan yang merupakan lokasi rawan terjadinya perang saudara.
"Inti dari digagasnya proyek 'Enough' ini karena kami berharap proyek ini bisa menjadi salah satu sarana untuk mengurangi tekanan sekaligus mengumpulkan bukti yang bisa digunakan di pengadilan perang di Den Haag, Belanda, jika suatu saat terjadi perang di Sudan," kata George pada Piers. "Atau bisa menjadi bukti jika ada usaha pelanggaran aturan hukum atau jika seseorang mencoba memasuki perbatasan di utara maupun selatan secara ilegal."
(wk/)