Identik dengan pembantaian G 30 S, bagaimana arti sebenarnya lagu 'Genjer-Genjer'?
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 September 2015 - 11:04 WIB
WowKeren - Lagu berbahasa Osing (Bahasa Banyuwangi) yang satu ini selalu identik dengan adegan mengerikan yang disebut dilakukan oleh PKI. Oleh karenanya, lagu ciptaan Muhamad Arief, "Genjer-Genjer", tak pernah lagi terdengar sejak 1 Oktober 1965. Namun seperti apakah arti sesungguhnya dari lagu ini?
"Genjer-Genjer" adalah salah satu lagu yang diciptakan Arief yang merupakan Ketua Bidang Kesenian Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat). Lagu ini disebut menjadi pengiring tarian Gerwani mesum sebelum memasukkan tujuh perwira militer ke Lubang Buaya.
Lirik genjer-genjer juga diplesetkan menjadi "Jenderal-Jenderal" yang dihubungkan dengan genosida dalam rentang 1965-1966. Padahal sebenarnya, lagu ini bercerita tentang penderitaan masyarakat Banyuwangi yang harus makan tanaman genjer pada zaman penjajahan Jepang.
Kendati demikian, salah satu seniman Indonesia, Tomi Simatupang, membawa musik "Genjer-Genjer" ini ke Eropa dengan aransemen barunya. Ia kerap melakukan konser amal untuk keluarga Arief yang hidup dalam kekurangan karena predikat "keluarga PKI". Sinar Syamsi, anak tunggal Arief, mengaku pada Tempo bahwa predikatnya tersebut masih membuat keluarganya dihantui teror.
Berikut lirik lagu "Genjer-Genjer" dalam Bahasa Indonesia:
Genjer-genjer di petak sawah berhamparan
Genjer-genjer pagi-pagi dijual ke pasar
Genjer-genjer masuk periuk air mendidih