Demi melakukan ritual mistis, sejumlah pendaki sampai tidak peduli keselamatan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 22 Oktober 2015 - 07:49 WIB
WowKeren - Kebakaran yang terjadi di Gunung Lawu baru-baru ini menyisakan banyak cerita. Mulai dari api unggun yang menjadi penyebab kebakaran, hingga korban yang tewas mengenaskan karena terjebak kobaran api.
Namun, cerita lain dibawa oleh Tim SAR yang melakukan evakuasi. Saat kebakaran terjadi, Tim SAR yang melakukan penyisiran sempat bertemu dengan beberapa pendaki yang masih berada di puncak Lawu.
Demi mencegah jatuh korban lagi, Tim SAR langsung mengajak para pendaki tersebut turun. Namun, meski kebakaran telah menyebar anehnya mereka tetap menolak untuk dievakuasi.
Usut punya usut, para pendaki ini ternyata sedang melakukan sebuah ritual. Memang sudah banyak diketahui jika Gunung Lawu selalu menjadi lokasi ritual setiap bulan Suro.
Sikap para pendaki tersebut tentu saja menyusahkan usaha Tim SAR. "Mereka tidak mau dievakuasi, ini kan merepotkan. Puncak Lawu harus disterilkan, karena masih terbakar," ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Supriono.
Sementara itu, ritual Suro seringkali dilakukan di beberapa titik di Gunung Lawu. Seperti di Sendang Derajat (Pos 5), puncak Hargo Dalem dan puncak Hargo Dumilah.
Ritual tersebut juga dilakukan dalam berbagai cara. Seperti bersemedi, membakar dupa hingga menabur bunga di lokasi yang dianggap keramat.
(wk/)