Kaum yang rentan seperti wanita, anak-anak, bayi dan manula diminta untuk segera dievakuasi ke kantor-kantor pemerintah yang punya fasilitas pembersih udara.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 Oktober 2015 - 14:25 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo membuka rapat terbatas untuk membahas penanggulangan bencana asap, Jumat (23/10). Jokowi kemudian mengumumkan tiga strategi yang harus dilaksanakan untuk menghadapi musibah ini.
Selain one map policy dan restorasi lahan gambut, presiden juga menginstruksikan evakuasi warga. Evakuasi terutama harus dilakukan untuk wanita, anak-anak, dan manula. "Kemarin sudah dirapatkan di Kemenko Polhukam mengenai proses evakuasi. Saya kira proses itu segera dilaksanakan," ujarnya.
Mantan Walikota Solo ini menghimbau agar evakuasi dilakukan di dalam kota saja. Karena membawa warga keluar kota dinilainya justru akan merepotkan.
"Saya kira juga tidak perlu evakuasi luar kota, karena bisa saja evakuasi disiapkan di kota itu, di kantor bupati atau yang lainnya yang dipakai khusus untuk ibu dan anak-anak dan diberi penutup, AC-nya ada, dan ada untuk mencegah asap masuk," terangnya. "Dan juga ada untuk pembersih udara. Karena kalau evakuasi luar kota akan lebih menyulitkan."
Tak cuma itu, Jokowi juga meminta pihak terkait untuk fokus pada masalah ini. Ia mengharapkan penanggulangan kebakaran dan asap bisa dilakukan secara masif.
"Saya instruksikan untuk penanganan yang fokus untuk menanggulangi api dan asap dilakukan secara masif," lanjutnya. "Semua kementerian agar berkosentrasi dan masuk ke lapangan."
(wk/)