Hujan turun selama tiga hari, titik api di Sumatera dan Kalimantan mulai berkurang.
- Tim WowKeren
- Jumat, 30 Oktober 2015 - 11:57 WIB
WowKeren - Kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan telah membuat kualitas udara di wilayah tersebut menjadi sangat buruk. Akibatnya, banyak korban yang sakit hingga tewas karena penyakit pernapasan.
Namun, sepertinya warga bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, belakangan ini hujan mulai turun di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkap kondisi di Sumatera dan Kalimantan mulai membaik jika dibandingkan sebelumnya. "Hujan yang cukup merata selama tiga hari terakhir menyebabkan jarak pandang dan kualitas udara membaik di Sumatera dan Kalimantan," ujarnya.
Hujan yang mengguyur beberapa wilayah tersebut juga membuat titik api mulai berkurang di Kalimantan. Dari pantauan terakhir, Kamis (29/10) pukul 16:00 WIB, satelit Terra dan Aqua hanya mendeteksi satu titik api di wilayah Kalimantan Selatan.
Pihaknya juga berharap, hujan terus turun di wilayah-wilayah yang terkena kabut asap. "Kita berharap pertumbuhan awan di wilayah-wilayah yang terpapar asap terus meningkat," imbuh Sutopo.
Sementara itu, satelit mendeteksi masih ada sekitar 148 titik api di Sumatera. Satu titik berada di Bengkulu, 30 titik di Lampung, satu titik di Sumatera Barat dan 109 titik di Sumatera Selatan.
Pihaknya juga menambahkan jika kualitas udara di wilayah tersebut berangsur membaik. Berdasarkan indeks kualitas udara, Kamis (29/10), udara di Pekanbaru masuk kategori sedang, Jambi menunjukkan kualitas yang baik, sedangkan Palembang yang masih berbahaya.
(wk/)