Kompor ini malah sudah diproduksi massal di Norwegia.
- Tim WowKeren
- Senin, 02 November 2015 - 00:45 WIB
WowKeren - Lagi-lagi karya asli warga negara Indonesia tidak dihargai di negeri sendiri, justru mendapat apresiasi dari luar negeri. Produk kompor biomassa hasil karya seorang dosen Fakultas MIPA di Universitas Brawijaya, Muhammad Nurhuda, tidak mendapat tempat di hati Indonesia. Namun sebaliknya, kompor tersebut disambut baik di Norwegia.
Muhammad Nurhuda sudah melakukan penelitian mengenai kompor biomassa dan sudah mempraktekkannya. Kompor ini jauh lebih baik dibanding dengan kompor minyak yang biasa dipakai masyarakat. Kompor biomassa ini menggunakan bahan bakar kayu cacah, atau kayu pepohonan yang dapat diambil gratis di pedesaan, dilansir Liputan6.
Bahan bakar kompor ini juga bisa menggunakan pelet sawit dan butiran kayu. Selain lebih ramah lingkungan, menggunakan pelet sawit dan butiran kayu dapat membuat aroma masakan yang dimasak lebih harum. Namun masyarakat malah enggan menggunakannya.
Kompor ciptaan Muhammad Nurhuda ini tidak diminati kalangan pasar dalam negeri, malah lebih sukses di luar negeri yaitu di Norwegia, dan telah diproduksi massal di negara tersebut.
Selain di Norwegia, pemasaran dan produksi biomassa yang ditangani pihak ketiga yaitu Primecookstove ini juga dipasarkan di negara lain, seperti India, Meksiko, Peru, Timor Leste, Kamboja, dan negara lain di belahan Benua Afrika.
(wk/)