Profesor dan dokter ini mengungkapkan alasan harga obat-obatan di Indonesia menjadi mahal.
- Tim WowKeren
- Kamis, 05 November 2015 - 12:46 WIB
WowKeren - Harga obat-obatan di Indonesia memang tak murah. Banyak warga kurang mampu mengeluhkan harga obat semakin hari menjadi semakin mahal. Namun, ada suatu hal yang tak terungkap oleh publik yang membuat melambungnya harga tersebut.
Ternyata, harga mahal tersebut bukanlah harga asli dari obat itu. Ketua Formularium Obat Nasional (penyusun daftar obat untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) Profeson Iwan Dwiprahasto mengungkapkan jika perbedaan kemasan bisa membuat harga berubah.
"Harga obat di Indonesia sangat aneh. Obat yang sama isinya, cuma beda kemasan, bisa sangat berbeda harganya," ungkap Iwan pada Tempo. Iwan mencontohkan ada obat antihipertensi yang sebenarnya berharga Rp 500 per tablet. Namun, jika dikemas dengan merk berbeda bisa jadi Rp 18 ribu.
"Kalau dengan obat yang mahal orang bisa sembuh jauh lebih cepat, tak masalah. Tapi, ini kan tidak, karena isinya sama," ujar Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada itu. Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zaenal Abidin juga menyebut bahwa hal itu merupakan akal-akalan orang farmasi.
Zaenal menjelaskan jika sebenarnya semua obat yang beredar di Indonesia adalah generik dan tak ada obat paten yang dimiliki perusahaan farmasi. "Setelah obat paten menjadi obat generik, lalu bisa diproduksi oleh siapa saja," jelasnya.
"Tapi, lalu diakal-akali bahwa ada yang bermerek. Itu yang membuat nilai bertambah, khasiat sama. Sehingga obat ini menjadi pilihan baru bagi dokter," tambah Zaenal. Selain itu, Zaenal juga menjelaskan jika hal ini bisa jadi karena adanya kolusi antara perusahaan farmasi dan dokter dalam peresepan opan yang telah berlangsung lama.
(wk/)