Inilah tanggapan istana kepresidenan terkait pernyataan Dahlan Iskan.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Oktober 2016 - 13:53 WIB
WowKeren - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur resmi menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka pada Kamis (27/10). Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu didakwa dalam kasus penjualan aset saat menjabat sebagai Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU), BUMD milik Pemprov Jawa Timur.
Dahlan mengaku tak kaget atas putusan yang diterimanya. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara itu bahkan mengatakan dirinya memang menjadi incaran penguasa saat ini.
Johan Budi Sapto Prabowo selaku Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, memberikan bantahan atas pernyataan Dahlan Iskan tersebut. Ia menuturkan penegakan hukum sepenuhnya diserahkan kepada kejaksaan, kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Johan menampik jika Presiden Joko Widodo memberikan komando untuk menangkap pria yang dulunya terkenal sebagai jurnalis handal itu.
"Saya tidak yakin apakah penguasa yang dimaksud Pak Dahlan Iskan itu adalah Pak Jokowi (Joko Widodo). Presiden dalam penegakan hukum tidak pernah mengincar siapa pun," kata Johan dilansir Kompas pada Jumat (28/10). "Selama ini Presiden tidak pernah melakukan intervensi kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus pidana atau perdata seseorang."
Dahlan Iskan ditetapkan menjadi tersangka setelah lima kali menjalani proses pemeriksaan. Dirinya juga sempat dilarang bepergian keluar negeri. Kini Pria kelahiran 1951 itu tengah dititipkan di Lapas Kelas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo.
(wk/)