Geram Penangkapan Teroris Disebut Rekayasa, Kapolri: Kami Bukan Sutradara
Nasional

Kapolri membantah dengan keras jika penangkapan teroris Bekasi hanyalah pengalihan isu.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 berhasil menangkap sejumlah terduga teroris di Bekasi. Berdasarkan hasil investigasi diketahui jika kelompok ini rupanya berniat melakukan aksi bom bunuh diri di Istana Negara.

Namun bukannya diapresiasi, penangkapan teroris itu justru menimbulkan isu miring. Sejumlah pihak menuding jika aksi tersebut hanyalah rekayasa sebagai upaya untuk pengalihan isu.

Hal tersebut tentunya membuat pihak kepolisian meradang. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian baru-baru ini buka suara yang membantah dengan keras tudingan tersebut.

"Rekan-rekan yang ada di Densus ini, Polri, ini bukan sutradara. Kami tidak pernah belajar jadi sutradara. Para tersangka yang ditangkap ini juga bukan aktor, bukan aktris yang pandai memainkan drama," ujar Tito.


Tito sendiri menuturkan jika dirinya sudah terbiasa menghadapi opini publik yang mengikuti setiap pengungkapan kasus terorisme. meski begitu, ia bersyukur sistem hukum Indonesia sangat terbuka sehingga masyarakat bisa melihatnya sendiri.

"Semua orang bisa melihat bahkan merekam yang terjadi. Jadi sutradara Hollywood seperti apapun yang jago, tidak akan mampu dia merekayasa kasus seperi ini," imbuhnya. "Karena mereka bukan aktor, ngapain juga dia pasang badan seolah-olah mau ngebom."

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya polisi berhasil meringkus setidaknya 11 orang terkait teroris Bekasi. Belakangan diketahui jika mereka bergerak atas panduan Bahrun Naim.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait