Modus Baru, Kapolri Ungkap Alasan Teroris Rekrut Wanita Jadi 'Pengantin' Bom
Nasional

Ini alasan mengapa anggota teroris memilih wanita sebagai pengantin bom bunuh diri.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 berhasil menangkap anggota kelompok jaringan teroris di Bekasi. Salah satu pelaku, wanita bernama DYN diproyeksikan untuk menjadi "pengantin" bom bunuh diri yang akan diledakkan di Istana Negara, Minggu (11/12).

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan jika menggunakan wanita sebagai "pengantin" bom bunuh diri merupakan hal yang biasa di dunia terorisme. Namun, hal tersebut masih merupakan hal baru di Indonesia.

Tito menjelaskan, banyak kelompok teroris yang memilih wanita lantaran dinilai tidak mencurigakan. "Di Suriah, Irak, Afganistan, di Yordania juga sangat biasa. Karena wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," terangnya.


Sebagai contoh, Tito menggunakan kasus pembunuhan Perdana Menteri India, Rajiv Gandhi pada 1991 lalu. "Kita ingat bomnya Rajiv Gandhi, bom bunuh diri, dikalungkan dengan bunga ternyata bunga itu adalah kabel yg merupakan bahan peledak. Yang mengalungkan adalah wanita. Itu yang di India," jelas Tito.

Pernyataan Kapolri tersebut juga diamini oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar. "Kaum wanita biasanya nggak mengandung kecurigaan karena wanita dilihat lebih irasional kalau melakukan itu. Makanya kelompok teror gunakan wanita biar nggak dicurigai," ujar Boy.

Sementara itu, saat ini pihak aparat masih mengembangkan penyelidikan. Kabarnya, sudah ada 11 orang yang ditangkap terkait teroris Bekasi ini.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait