Berikut hal-hal yang perlu kamu persiapkan agar tahun depan menjadi lebih baik daripada sekarang.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Desember 2016 - 14:55 WIB
WowKeren - Setiap tahun apalagi mendekati pergantian banyak hal dilakukan sebagai refleksi. Apapun yang terjadi di tahun ini, entah baik maupun buruk perlu menjadi pelajaran agar semakin cemerlang di tahun depan. Mungkin ada kebaikan yang kamu dapatkan namun hal buruk juga sulit untuk dihindari. Kecelakaan, utang, putus cinta, mantan yang menikah atau apapun yang menyakitkan hati nggak perlu dimasukkan dalam hati. Ambil hikmah atas apapun yang terjadi di tahun ini.
Mendekati pergantian semakin banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Mungkin teman-teman yang telah menemani, kekasih yang selalu mendamping dan keluarga yang menguatkan. Agar tahun depan menjadi lebih baik, renungkan beberapa hal berikut:
Skala Pencapaian
Cara termudah untuk menghadapi tahun depan adalah membuat daftar skala prioritas. Dari yang terpenting hingga yang nggak kamu butuhkan. Nggak hanya berkaitan pada dirimu saja tapi juga berhubungan dengan orang lain di sekitarmu. Entah keluarga, kekasih hingga teman. Yang perlu diketahui, prioritas dalam hidup setiap orang nggak ada yang sama.
Buat daftar skala prioritas atau kebutuhan paling mendesak, sampai yang tidak begitu penting dalam hidup. Jika status masih lajang misalnya, yang paling penting mungkin pendidikan, pekerjaan dan kesehatan. Dari hal-hal tersebut, mana yang masih keteteran, jauh dari posisi ideal dan harus kamu perbaiki di tahun berikutnya.
Ini hanya contoh. Simulasinya, sesuai dengan kondisi masing-masing. Inti dari poin ini adalah evaluasi pencapaian berdasarkan skala prioritas. Kamu dapat mengadopsi cara menentukan skala prioritas ala The Eisenhower Decision Matrix yang dipopularkan oleh Stephen R. Covey. Matriks ini untuk manajemen waktu tapi dapat dimodifikasi menjadi kebutuhan dalam hidup.

Tetapkan Ibadah
Berbagai hasil riset mengonfirmasi kekuatan keyakinan atau iman dalam menuntun hidup. Salah satunya menurut jurnal Psychological Science yang diterbitkan tahun 2010 oleh Association for Psychological Science. Jurnal itu berisi bahwa bahkan berpikir tentang Tuhan mampu memberikan rasa tenang ketika seseorang dalam masalah.
Penelitian senada tahun 1998 diterbitkan di American Journal of Psychiatry mengungkapkan bahwa mereka yang percaya ada kekuatan besar di alam semesta ini dapat melalui pemulihan dari depresi dengan lebih baik. Dengan kata lain, iman membuat manusia menerima keadaan dengan bijaksana dan mengambil hikmah. Hal itu yang membuat setiap manusia mampu bangkit dan akhirnya membuka jalan sukses di kemudian hari. Jalan hidup mereka yang mengedepankan hubungan dengan Tuhan terasa lebih landai, logis dan dijelaskan secara saintifik.
Contoh target ibadah yang terukur untuk umat muslim: shalat lima waktu berjamaah, membaca dan merenungi lima halaman Al Quran setiap pekan. Untuk umat kristiani bisa dimulai dengan rajin saat teduh, mengikuti kegiatan gereja dan tekun setiap minggu ke gereja.

Target Kesehatan
Bila masih berusia belasan atau 20-an tahun, banyak yang merasa bahwa tubuh ini tangguh nan kokoh. Kesehatan bukan sebuah masalah. Jika berada di usia 30-an tahun, rasa-rasa nggak nyaman semakin intensif menyergap tubuh. Saat sering sakit dan merasa nggak enak badan, pada saat itulah mulai peduli dengan kesehatan. Demikian kesimpulan artikel yang dipublikasikan oleh Daily Mail bersumber dari studi Spire Bristol Hospital terhadap 2000 orang mengenai kapan mereka betul-betul berpikir tentang kesehatan. Peristiwa kematian anggota keluarga, peringatan dari dokter atau foto yang tampak nggak menarik lagi umumnya menjadi pondasi membangun kesadaran pentingnya hidup sehat.
Karena itu, sebelum tubuh mengirim banyak sinyal gangguan kesehatan, mulailah mencurahkan perhatian khusus. Rawat kesehatan, aset paling penting yang kerap dilupakan. Di usia 20-an atau bahkan belasan, budaya hidup sehat harus sudah dibangun. Jangan terlambat menunggu usia di atas 30 tahun.
Kunci merawat kesehatan bisa dimulai dengan makan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan olah raga teratur. Bila tiga gaya hidup sehat ini dikombinasikan dengan ibadah yang baik hal itu dirasa dapat membawa keceriaan dalam menjalani hari-hari.

Target Keluarga
Riset yang dilansir oleh Happify.com menunjukkan bahwa harga diri di usia dewasa dipengaruhi curahan kasih sayang dari kedua orang tua di masa kecil. Menurut profesor psikologi Seth D Pollak PhD dari University of Wisconsin-Madison, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang dekat dapat menjadi anti depresan. Komunikasi dengan keluarga, bahkan hanya lewat telepon, bekerja meningkatkan endorphin atau hormon kebahagiaan layaknya mendapatkan sebuah pelukan. Bagian ini perlu dicatat baik-baik oleh para jomblo agar segera memiliki pasangan.
Keluarga memiliki makna penting dalam kehidupan. Menyongsong tahun baru nggak lengkap tanpa impian dan target untuk orang-orang tercinta. Sebagai keluarga muda misalnya, kamu bisa memasang target memiliki hunian, kendaraan atau mengajak anak dan istri berwisata ke tempat istimewa.

Target Prestasi Personal
Apa impian yang ingin kamu capai tahun ini? Meneruskan perjuangan tahun ini atau adakah hal baru yang ingin kamu kejar? Nggak melulu wanita yang kamu suka diam-diam tapi juga hal lainnya. Misalnya pekerjaan atau berkarya. Mungkin kamu yang suka menggambar ingin keluar dari pekerjaanmu sebagai pegawai bank.
Yang terpenting adalah kamu mengetahui apa yang kamu inginkan. Jangan singkirkan impianmu sebab hal itu yang malah membuatmu lebih bersemangat untuk hidup. Untuk apa tetap menjalani hal-hal yang membuatmu bosan atau kamu sudah nggak antusias lagi melakukan hal tersebut. Tanyakan dalam hatimu, keinginan terdalam apa dan hal yang harus dilakukan agar impianmu tercapai.

Review Target
Karena target dalam hidup hanya kamu yang tahu maka siapa lagi yang bertanggung jawab penuh atas hal itu? Iya kamu. Berjalan atau tidaknya sesuai dengan kamu juga. Jangan pikirkan hal itu terlalu berat dan buat saja dengan begitu cair. Maksudnya bila kamu rasa terlalu tinggi keinginan itu maka kamu bisa membuatnya sesuai dengan kemampuan.
Sebenarnya kamu memahami apa yang bisa kamu lakukan dan sejauh mana hal itu bisa dicapai. Hanya saja kadang rasa malas itu datang untuk menghalangi. Yang perlu kamu lakukan adalah fokus dan jangan menunda hal itu.
Di awal perjalanan, tengok dan selami lagi target-target yang telah dicanangkan. Tinjau bagian mana yang perlu direvisi, diperbaiki atau mungkin dihilangkan. Ingat, target nggak boleh muluk-muluk. Harus terukur dan kamu tahu peta jalan bagaimana mencapainya. Review target bisa dilakukan setiap empat bulan sehingga ada kesempatan memperbaiki, bisa juga per semester. Merivisi target nggak haram dilakukan kok.

Penghargaan untuk Diri Sendiri
Ketika ada salah satu target yang tercapai jangan pelit pada diri sendiri dan berikan penghargaan. Reward itu bisa dari hal-hal yang sederhana kok. Misalnya makan makanan yang sedikit mahal atau membeli pakaian baru. Kamu juga bisa merencanakan solo travelling untuk menghibur diri.
Namun jangan sampai penghargaan untuk diri sendiri ini malah merusak rencana yang lain. Perhitung juga anggaran dan biaya yang perlu ditabung. Jangan sampai konsumsimu melebihi dari anggaran yang ada. Bahagia boleh asal jangan rusak hal lainnya.

Menyongsong tahun depan nggak melulu dengan bersuka ria. Mulailah merenung atas apa yang terjadi tahun ini. Baik atau buruk itu terima saja dan jadikan pelajaran untuk melangkah di tahun depan.
(wk/)