Tak Ada Perlindungan TKI, MoU Indonesia-Saudi Dianggap Mengecewakan
Nasional

Ini yang membuat Komunitas Solidaritas Perempuan menyayangkan MoU antara Raja Salman dengan pemerintah RI.

WowKeren - Kedatangan Raja Arab Salman bin Abdulaziz al-Saud membawa sejumlah kesepakatan dengan pemerintah Indonesia. Diantaranya adalah kerja sama hubungan luar negeri, kesehatan, kebudayaan, transportasi, perdagangan, keagamaan serta pendidikan.

Namun kesepakatan tersebut rupanya dianggap mengecewakan oleh beberapa pihak. Koordinator Solidaritas Perempuan, Nisa Yura mengungkap jika pihaknya menyayangkan MoU (nota kesepahaman) tersebut lantaran tidak mencantumkan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Nisa menuturkan, telah banyak kasus TKI yang yang dirugikan saat bekerja di Arab Saudi. "Apa lagi ada bukti 10 MoU yang dibicarakan Jokowi dengan Raja Arab Saudi tidak sama sekali membicarakan buruh," ujar Nisa.

Ia menambahkan jika Arab Saudi kerap melanggar HAM TKI yang bekerja di sana. Sebagai contoh adalah kasus Sumartini dan Warnah yang dipaksa mengaku melakukan sihir pada anak majikannya. Tidak hanya itu, banyak buruh lainnya yang dibunuh, dipancung dan menjalani proses persidangan yang tidak adil.


Organisasi Solidaritas Perempuan sendiri telah melakukan unjuk rasa di Kedubes Arab Saudi pada Kamis (2/3). Namun, diketahui ada sejumlah peserta aksi yang diamankan oleh aparat saat akan melakukan aksinya.

Sementara itu, dalam pidatonya di DPR hari ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto juga sempat meminta pengampunan untuk TKI yang terjerat kasus hukum di Arab Saudi. Ia berharap akan ada solusi terbaik dan tidak melanggar hukum di Arab Saudi.

"Atas nama rakyat Indonesia, kami mohon kemurahan hati Sri Baginda untuk memberikan ampunan," ujar Setya Novanto.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait