Andien juga berkomentar soal makin maraknya pembajakan di era digital. Seperti apa?
- Tim WowKeren
- Rabu, 12 Juli 2017 - 09:48 WIB
WowKeren - Andien saat ini tengah bersiap merilis album baru. Dalam waktu dekat, ia juga akan mengeluarkan video klip untuk single keduanya yang berjudul "Indahnya Dunia".
Tak hanya bicara soal album, penyanyi 31 tahun itu mengungkap perkembangan musik digital yang menurutnya mampu membantu para musisi. Ia juga tak sependapat jika digitalisasi disebut telah mematikan industri musik Tanah Air karena banyaknya toko CD yang tutup.
Menurut Andien, entah digital atau fisik, pembajakan karya musik tetap marak, khususnya di Indonesia. Ditambah lagi, rilisan fisik dan digital juga sudah punya pasar tersendiri di kalangan masyarakat dan para penikmat musik.
"Mematikan industri musik, in term of dengan adanya digital jadinya kayak banyak toko CD yang tutup. Kemudian itu bukan solusi juga terhadap pembajakan. Kalau CD waktu itu kan banyak yang bajak, apalagi digital tentu makin banyak lagi," terang Andien. "Aku sebenarnya merasa bahwa yang mematikan itu bukan digitalnya. Tapi peraturannya, undang-undangnya. Sudah ada atau belum undang-undang yang mengatur soal itu. Bisa dibilang meski sekarang sudah berkembang ke digital, orang tetep masih mau jualan CD pun itu tetep masih ada market-nya."
Di sisi lain, Andien menambahkan bahwa digitalisasi bisa dimanfaatkan para musisi agar karya makin dikenal luas, sampai ke seluruh dunia. "Jadi menurutku sebenarnya perkembangan teknologi sangat membantu para musisi untuk bisa berkreasi lebih banyak lagi dan untuk memperkenalkan karyanya ke semua orang di seluruh dunia. Tapi harus dibantu dengan regulasi pemerintah setempat," tutup Andien.
(wk/)