Suporter Bola Tewas Gara-Gara Petasan di Laga Indonesia, Ridwan Kamil Beri Peringatan Keras
Nasional

Detik-detik video insiden maut suporter bola itu pun sempat beredar viral di media sosial. Berikut kata Ridwan Kamil soal insiden tersebut.

WowKeren - Kemeriahan dukungan suporter bola dalam pertandingan antara Timnas Indonesia dan Fiji di Stadion Patriot candrabhaga, Bekasi, pada Sabtu (2/9) berujung duka. Salah seorang suporter bernama Catur Yuliantono tewas dalam insiden maut gara-gara terkena petasan. Catur meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kejadian itu bermula saat suporter Indonesia dari tribun selatan stadion melepaskan petasan usai pertandingan. Petasan itu bergerak menuju ke tribune timur, tempat korban berada.

"Sepak bola kita menghadapi ujian. Pada menit akhir, tadi ada insiden kembang api yang diterbangkan. Itu sangat fatal. Petasan itu dari tribun selatan ke tribun timur," kata Ratu Tisha Destria selaku Sekretaris Jenderal PSSI belum lama ini. "(Luka yang diderita) Ini sangat berat. Hal itu mengakibatkan korban meninggal dunia."

Video detik-detik insiden maut itu pun sempat beredar viral di media sosial. Dalam video tersebut, Catur tampak ditolong oleh para suporter lainnya.


Menanggapi insiden maut itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan peringatan keras kepada para suporter sepak bola, khususnya suporter Persib Bandung alias bobotoh.

"Kepada seluruh penonton bola, kepada para bobotoh, jangan menganggap tindakan Anda itu hanya untuk diri Anda saja dampaknya. Setiap kecerobohan, sok jagonya Anda itu mengakibatkan kerugian," ujar Ridwan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung belum lama ini.

"Jadi, jangan mengatasnamakan apa pun yang dirugikan orang lain, kecuali mau tanggung jawab sendiri," lanjut Ridwan. "Kalau tidak bisa, ya sudah, seperti peradaban bola yang lain, berprestasi dan penontonnya beradab. Tolong berpikir logis tiap tindakan ada konsekuensinya."

Korban Catur datang ke Stadion Patriot bersama dengan keluarganya. Mereka sengaja memesan tiket di tribun timur. Namun nahas, korban yang lahir pada 18 Juli 1985 itu justru harus meregang nyawa.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait