Inilah kisah tragis seorang ibu yang terpaksa membawa pulang jenazah bayi menggunakan angkot.
- Tim WowKeren
- Jumat, 22 September 2017 - 12:41 WIB
WowKeren - Dunia maya belum lama ini dihebohkan dengan foto seorang ibu sedang menangis sambil menggendong jenazah anaknya di dalam angkot. Ibu yang diketahui bernama Delvasari asal Kotabumi, Lampung, ini disebutkan terpaksa naik angkot karena tidak punya uang untuk membayar biaya ambulans rumah sakit.
Diceritakan oleh pengunggah foto admin @seputar_lampung pada Rabu sore (20/9), anak sang ibu yang masih berumur sebulan itu meninggal setelah menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek Lampung dengan menggunakan BPJS. Namun ketika ia meminta jenazah dibawa menggunakan ambulans, pihak rumah sakit dikatakan tidak bersedia.
Namun, mengutip Kompas, Jumat (22/9), manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung membantah pihaknya tidak memfasilitasi pengantaran jenazah ke rumah duka. Direktur Pelayanan RSUDAM Lampung, dr Pad Dilangga mengatakan, pihaknya sudah menyediakan satu unit ambulans untuk mengantar bayi Delvasari ke kampung asal Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara.
Namun karena ada administrasi yang belum lengkap, pihak keluarga yang tidak sabar memilih untuk meninggalkan ambulans dan naik angkutan umum. "Jadi petugas ambulans memanggil ayah dari anak, di situ mungkin ada (administrasi) yang perlu diperbaiki, tetapi karena keluarga sudah panik, jadi langsung ambil pasiennya dan dibawa pakai kendaraan umum," jelas Direktur Pelayanan RSUD Abdoel Moeloek Padilangga seperti dikutip dari detikNews.
Ketika ditanya apa yang kurang dari administrasinya, Padilangga mengaku hanya soal nama. "Petugas ambulans memanggil ayahnya untuk klarifikasi, miss nya disitu. Sebenarnya hanya mau nanya soal nama saja, mungkin ada yang kurang cocok," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Daulay meminta Kementerian Kesehatan untuk menelusuri masalah ini dan dibuat aturan yang lebih baik. Ia mengatakan, seharusnya ada pengecualian terkait pembiayaan bagi mereka yang memang tidak mampu. Apalagi, mereka baru saja kehilangan dan tengah berduka.
(wk/)