Selain dari pihak BPJS, Pemerintah juga nyatakan akan memberikan bantuan untuk korban luka.
- Tim WowKeren
- Senin, 15 Januari 2018 - 16:57 WIB
WowKeren - Insiden runtuhnya selasar atap gedung BEI pada Senin (15/1) tadi siang menyebabkan banyak korban luka. Beberapa dikabarkan menderita luka patah tulang ringan hingga parah.
Berita ambrolnya gedung BEI ini langsung menjadi bahasan utama. Ini terlihat dari maraknya pembicaraan kejadian tersebut di media sosial Twitter. Bahkan, topik yang berkaitan dengan 'Bursa Efek Indonesia' masuk ke dalam trending topic urutan atas saat ini.
Terkait dengan korban, polisi mengumumkan saat ini terdapat 75 orang yang sudah dirawat di beberapa rumah sakit. Korban yang dirawat di RSAL Mintohardjo ada 17 orang. Pasien di RS MRCCC Siloam ada 31 orang. Untuk pasien yang dirawat di RSPP ada 7 orang. Sementara korban yang dirawat di RS Jakarta ada 20 orang.
Terkait dengan insiden ini, Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengaku akan menjamin biaya perawatan korban reruntuhan. Pihaknya akan menanggung biaya perawatan korban secara penuh bagi pemilik BPJS Ketenagakerjaan. Itu juga termasuk korban yang mengalami cacat dari kecelakaan siang ini.
"Hingga sembuh dan unlimited sesuai indikasi dokter," ucap Kepala Cabang Gambir BPJS Ketenagakerjaan, Singgih Marsudi. "Apabila ada yang cacat juga akan dibiyai sepenuhnya. Keperawatan sampai sembuh."
Meski mengaku akan menanggung semua biaya pengobatan, Singgih mengungkapkan hanya ada dua orang yang punya BPJS Ketenagakerjaan. Biaya pengobatan bagi korban lainnya, akan dibantu oleh pemerintah. Ia sendiri belum bisa memastikan jenis bantuan yang akan diberikan pemerintah. "Bagi yang belum punya, nanti ada program khusus," tutur Singgih.
Selasar atap gedung BEI ambrol sekitar pukul 12:10 WIB. Sempat diduga diakibatkan serangan bom, polisi telah mengonfirmasi bahwa berita tersebut tidak benar.
(wk/)