Ormas Islam lain yang tidak disebutkan dalam video merasa sangat kecewa dengan pernyataan Kapolri
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 Februari 2018 - 08:04 WIB
WowKeren - Baru-baru ini media sosial kembali dihebohkan dengan video pidato Kapolri tentang ormas Islam di Indonesia yang dianggap kontroversial. Video itu pun mendapatkan banyak respon dari masyarakat. Tidak terkecuali sejumlah ormas islam lain yang tidak disebut dalam video pidato Kapolri yang beredar itu.
Video viral ini berisi cuplikan pidato Kapolri yang menyebutkan bahwa Polri harus memperkuat hubungannya dengan NU dan Muhammadiyah. Dalam video tersebut, Kapolri juga mengatakan bahwa alasan perintahnya adalah karena NU dan Muhammadiyah merupakan pendiri negara. Masih menurut video yang beredar, Kapolri juga menyebutkan bahwa ormas lain tidak penting dan malah merontokkan negara.
Video viral ini kemudian mendapatkan respon tidak menyenangkan dari ormas-ormas Islam lain di Indonesia. Mereka menyatakan kekecewaannya pada Kapolri atas video pidatonya yang beredar luas di masyarakat ini.
Bahkan, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia, KH Tengku Zulkarnain, membuat surat terbuka melalui akun Facebook-nya. Ia kecewa dengan pernyataan Tito yang tidak menganggap perjuangan umat Islam di luar ormas NU dan Muhammadiyah.
Menanggapi viralnya video tersebut, pertemuan wakil ormas Islam dengan Kapolri langsung diagendakan. Ketua DPP Syarikat Islam, Hamdan Zoelva memimpin langsung pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut.
Hasilnya, Zoelva mengungkapkan bahwa Kapolri, Jendral Tito Karvian, sudah mengklarifikasi kronologi video viral ini. Kapolri secara gamblang menjelaskan perihal kapan video tersebut berlangsung dan apa maksud sebenarnya dari pernyataan Kapolri. Ia juga menyatakan bahwa video tersebut tidak utuh dan sudah dipotong-potong.
"Kami dari Syarikat Islam dengan penjelasan yang lengkap dan dengan diskusi yang sangat hangat. Kami terus terang saja dengan melihat video tersebut, dengan protes yang sangat keras saat melihat video," ungkap Zoelva. "Kami sampaikan, ini adalah hal yang tidak benar. Tetapi dengan mendapat penjelasan itu, kami bisa memahami tidak ada niat sama sekali seperti disampaikan oleh beliau."
Zoelva juga menyatakan bahwa Kapolri tidak bermaksud untuk mengesampingkan ormas Islam lain selain NU dan Muhammadiyah. "Untuk mengesampingkan ormas-ormas yang lain dan untuk menyatakan ormas lain itu merontokkan negara. Sama sekali tidak."
Video pidato Kapolri, Tito, ini menjadi ramai dibagikan di media sosial. Video tersebut banyak menuai protes lantaran Tito hanya memerintahkan jajarannya untuk memperkuat hubungan dengan NU dan Muhammadiyah saja. Kini diketahui bahwa video yang beredar tersebut sudah dipotong.
(wk/)