Disebut mahal hingga ditemukan bulu ayam dalam camilan kekinian Maia Estianty, sang manajer tak tinggal diam. Berikut penjelasan pihak manajaer Maia.
- Tim WowKeren
- Rabu, 14 Maret 2018 - 10:16 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Maia Estianty merilis produk camilan menggunakan merek nama ketiga anaknya, yaitu Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani. Camilan dengan bumbu telur asin ini menarik perhatian banyak kalangan, salah satunya YouTubers bernama Felix Kurniawan dan Aditya Brian.
Dalam akun YouTube miliknya, Felix dan Aditya melakukan review terkait produk camilan kekinian milik mantan istri Ahmad Dhani tersebut. Mereka membeli ketiga jenis camilan dan mengungkapkan pendapat masing-masing.
Ketika akan mencoba varian kulit ayam, Felix menemukan sesuatu yang tak terduga di dalam camilan tersebut. "Ini gue paling benci kalau lagi makan kulit ayam terus masih ada bulu-bulunya," ungkap Felix.
"Ini kulit ayamnya enggak bersih," tambah Aditya sembari melihat ke dalam kaleng camilan. "Dari tadi yang gue lihat nih ada kecil-kecil, yang Felix ambil yang paling parah sih itu."
Sempat berdebat soal bulu yang ditemukan menempel di camilan, Felix dan Aditya akhirnya mencoba kulit ayam tersebut. Mereka mencari bagian kulit yang bebas bulu dan mulai menyantapnya.
Soal cita rasa, Felix dan Aditya sama-sama mengakui jika bumbu yang digunakan sudah sesuai ekspektasi. Di akhir video, Felix dan Aditya memberikan saran agar camilan tersebut bisa diproduksi dengan lebih memperhatikan kebersihan bahan dasarnya.
Dianggap terlalu mahal dan tidak bersih, manajer Maia akhirnya buka suara. Adel menjelaskan tentang penggunaan bahan premium dan cita rasa yang berani diadu dengan produk sejenis lainnya.
"Snack Al El Dul menggunakan bahan premium," jelas Adel dilansir KapanLagi.com pada Selasa (13/3). "Sehingga rasanya tidak asal-asalan dan berani diadu dengan produk-produk sejenis dari luar yang harganya jauh lebih mahal."
Adel mengakui tentang kekurangan yang mungkin ada karena produksinya yang massal. Meski begitu, masukan dan keluhan dari customer telah disampaikan kepada suplier kulit ayam. Adel juga menambahkan tentang sistem quality control yang akan ditingkatkan.
"Kami memproduksi ribuan, pasti ada kekurangan, tapi dengan adanya masukan ini, kami akan semakin memperbaiki sistem quality control Snack Al El Dul," tambah Adel. "Dan masukan atau keluhan dari customer sudah kami sampaikan kepada suplier kulit ayam Snack Al El Dul."
Bisnis camilan Maia kali ini rupanya sengaja dibuat sebagai pembelajaran untuk ketiga anaknya. Proses pemilihan nama sendiri pun memiliki makna khusus. "Untuk project snack ini Bunda lebih pada mengajarkan bisnis ke anak-anaknya, makanya kenapa diberi nama Snack Al El Dul," tandas Adel.
(wk/)