Rihanna mengungkapkan bahwa ia merasa begitu kecewa terhadap Snapchat dan tidak menerima permintaan maaf.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 Maret 2018 - 14:03 WIB
WowKeren - Rihanna serta Chris Brown tak tinggal diam pasca Snapchat mengunggah sebuah iklan kontroversial yang mencatut keduanya. Awal pekan ini, aplikasi tersebut memasang iklan untuk game seluler yang disebut "Would You Rather!". Iklan tersebut bertanya kepada pengguna apakah mereka lebih suka "menampar Rihanna" atau "memukul Chris Brown."
Dilansir Aceshowbiz pada Jumat (16/3), iklan ini membuat para pengguna aplikasi tersebut menjadi geram. Mereka juga menganggap bahwa Snapchat tidak sensitif dengan masalah kekerasan yang tengah marak diperbincangkan belakangan ini. Apalagi mengingat bahwa Rihanna dan Chris pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2009 silam.
Seperti yang diketahui, Chris pernah ditangkap karena menyerang Rihanna yang kala itu berstatus sebagai kekasihnya dan mengakibatkan kandasnya hubungan mereka. Hingga saat ini, hubungan keduanya pun tak kunjung membaik.
Rihanna sendiri menanggapi hal ini melalui fitur Instagram Story miliknya. Pelantun "Umbrella" tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa begitu kecewa terhadap Snapchat karena telah mengangkat kasus kekerasan yang ia alami sebagai lelucon.
Rihanna responding to Snapchat's ad. I can't believe they did this. pic.twitter.com/TpHQIXTm4j
— Gennette Cordova (@GNCordova) 15 Maret 2018
"Sekarang SNAPCHAT bukanlah aplikasi favoritku! Aku ingin tahu apa inti dari permasalahan ini!" tulis Rihanna "Kalian menghabiskan uang untuk membuat animasi yang menjadikan korban kekerasan sebagai lelucon! Buang saja permintaan maaf kalian!".
Di sisi lain, pengacara Chris, Mark Geragos mengatakan akan menuntut pelaku dibalik pemasangan iklan konyol tersebut. "Siapa pun yang memasang ini di Snapchat perlu ditampar," tutur Mark.
Setelah mendapatkan banyak sindiran, Snapchat pun akhirnya menarik iklan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah pernyataan pada Senin (12/3) lalu. "Iklan tersebut ditinjau kembali karena ini melanggar pedoman periklanan kami. Kami segera menghapus iklan akhir pekan lalu begitu kami menyadarinya, kami mohon maaf atas kejadian ini," bunyi pernyataan tersebut.
Menurut Snap Inc., iklan tersebut tidak terafiliasi. Pengiklan sejak itu telah diblokir dari platform. Sedangkan produsen game mobile sendiri belum menanggapi kontroversi ini.
(wk/)