Akibat protes yang dilakukan Rihanna, saham Snapchat anjlok sekitar 4 persen dan terus mengalami penurunan.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Maret 2018 - 14:10 WIB
WowKeren - Rihanna dengan terang-terangan melakukan protes terbuka kepada Snapchat saat kasusnya dengan Chris Brown dijadikan lelucon dalam bentuk iklan. Akibatnya, aplikasi tersebut pun harus mengalami kerugian.
Dilansir People pada Senin (19/3), akibat protes yang dilakukan Rihanna, saham Snapchat anjlok sekitar 4 persen sekaligus kehilangan USD 800 juta (sekitar Rp 11 triliun) pada Kamis (15/3). Sebelumnya, Snapchat juga sempat merugi hingga USD 1,3 miliar (sekitar Rp 17,7 triliun) setelah Kylie Jenner mengatakan tak lagi menggunakan aplikasi tersebut.
Seperti yang diketahui, minggu lalu Snapchat memasang iklan untuk game seluler yang disebut "Would You Rather!". Iklan tersebut bertanya kepada pengguna apakah mereka lebih suka "menampar Rihanna" atau "memukul Chris Brown". Tentu saja hal tersebut memancing amarah Rihanna.
Iklan ini membuat para pengguna aplikasi tersebut menjadi geram. Apalagi mengingat bahwa Rihanna dan Chris pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2009 silam.
Rihanna sendiri menanggapi hal ini melalui fitur Instagram Story miliknya. Pelantun "Umbrella" tersebut mengungkapkan bahwa ia merasa begitu kecewa terhadap Snapchat dan bahkan tidak menerima permintaan maaf.
"Sekarang SNAPCHAT bukanlah aplikasi favoritku! Aku ingin tahu apa inti dari permasalahan ini!" tulis Rihanna. "Kalian menghabiskan uang untuk membuat animasi yang menjadikan korban kekerasan sebagai lelucon! Buang saja permintaan maaf kalian!".
Di sisi lain, saham Snapchat sendiri terus memburuk sejak November 2017 lalu. Evan Spiegel selaku CEO Snap Inc. sempat mengumumkan perancangan ulang kepada investor, ia juga berjanji bahwa perusahaan tersebut mengambil langkah untuk membuat aplikasinya lebih mudah digunakan. Namun sejak peluncurannya pada awal tahun, justru banyak pengguna yang mengeluhkan kinerja aplikasi tersebut.
(wk/)