Erupsi Gunung Agung Tidak Membahayakan, Warga Diimbau Tetap Tinggal
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional

Pihak berwenang juga meminta pada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita hoaks terkait erupsi gunung Agung

WowKeren - Gunung Agung merupakan gunung berapi berlokasi di Bali. Gunung tersebut pernah meletus pada tahun 2017 lalu hingga membuat warga sekitar harus mengungsi.

Dalam laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi gunung Agung kembali terjadi pada Senin (2/7) sekitar pukul 21.04 WITA dan Selasa (3/7) pukul 04.30 WITA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti arahan PVMBG.

"Sekali lagi, radius bahayanya tetap empat kilometer. Masyarakat kami imbau tetap tenang," kata I Gede Agus Arjawa, Kepala Seksi Tanggap Darurat Bencana dan Pelayanan Kegawatan BPBD Provinsi Bali, dilansir Republika.com pada Selasa (3/7). "Jika melakukan evakuasi, maka evakuasi ke wilayah Kawasan Rawan rencana (KRB) II, tidak keluar dari Karangasem."

Tujuan pengungsian ke KRB II itu diharapkan mampu mempermudah pihak berwenang membagikan logistik, kontrol dan pengawasan. Agus juga turut meminta masyarakat untuk tidak mempercayai berita yang belum jelas sumbernya. Karena menurut dia, erupsi gunung Agung kali ini tidak membahayakan.

"Ini membuktikan erupsi ini tidak membahayakan," lanjut Agus. "Sehingga jangan sampai masyarakat terpengaruh hoaks, tetap ikuti arahan PVMBG."

Hal sama juga disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Menurut Sutopo, lokasi sekitar gunung Agung sudah dipasangi bebagai peralatan sistem peringatan dini jika terjadi situasi seperti saat ini.

"Masyarakat diimbau tetap tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan," kata Sutopo, dilansir Detik.com pada Selasa (3/7). "Gunakan semua informasi terkait kegunungapian dari PVMBG sebagai lembaga yang resmi. Gunung Agung telah dipasangi berbagai peralatan sistem peringatan dini yang lengkap dan terus beroperasi dengan baik."

Sementara itu, Sutopo juga menjelaskan jika erupsi gunung Agung tersebut terjadi secara Strombolian dan bersifat eksplosif melontarkan batu pijar. Dilansi dari situs Kementerian ESDM, Strombolian merupakan semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunung api yang sering aktif di tepi benua atau di tengah benua.

Loading...

You can share this post!

Related Posts