Dukung Perusakan Roti Sakramental di Gereja, Han Seo Hee Tuai Kecaman
Instagram
Selebriti

Han Soe Hee tulis kalimat provokatif untuk mendukung perusakan roti sakramental yang dilakukan oleh kelompok feminis Womad.

WowKeren - Lagi-lagi Han Soe Hee mencuri perhatian. Belum lama ini ia disebut mendukung tindakan yang dilakukan anggota Womad, yaitu sebuah kelompok feminis radikal Korea.

Womad sendiri tergolong dalam komunitas online yang mengatasnamakan feminisme. Hanya saja feminis yang dianut tidak mengangkat kesetaraan gender, melainkan feminisme radikal. Mereka disebut meyakini bahwa manusia pertama yang lahir di dunia adalah perempuan.

Berdasarkan keyakinan tersebut, segala agama yang menyatakan Adam adalah manusia pertama yang lahir di dunia maka dia menjadi laki-laki pertama pula yang harus dihancurkan. Hal itulah yang membuat Womad dikatakan sebagai komunitas feminis radikal.

Sebuah peristiwa mengejutkan pun baru-baru ini dilakukan oleh seorang perempuan yang mengaku anggota dari Womad. Ia mengunggah foto roti sakramental yang ditulis dengan kata-kata kasar. Dia mempertanyakan penolakan Gereja Katolik terhadap legalisasi aborsi.

Tak cukup sampai di situ, perempuan itu kemudian membakar rotinya. Aksi itu tentu saja memicu terjadinya kontroversi, terutama di kalangan umat Katolik.

Pasalnya, umat Katolik memercayai bahwa roti itu berfungsi sebagai tubuh Yesus Kristus dan penodaan terhadap roti sakramental dilarang keras. Tuntutan untuk keadilan agama pun dilakukan oleh umat Katolik.

Anehnya, Soe Hee justru mendukung aksi yang sudah jelas menimbulkan pertentangan. Pada Kamis (12/7), Soe Hee bahkan secara terang-terangan mengatakan dirinya setuju dengan tindakan salah satu anggota Womad itu.

"Hentikan menyerang Womad dan tulis saja llbe (situs web komunitas misoginis Korea)," ujar Han Soe Hee. "Negara ini mengecewakan."

Soe Hee menulis kalimat yang provokatif di media sosial. Dia tidak ingin semua orang menyalahkan aksi Womad dan memberik dukungan kepada komunitas feminis radikal tersebut. Sayangnya hal itu justru menyeret dirinya pada masalah.

Meski sering kali dikritik karena kata-kata dan perilakunya yang radikal, Soe Hee tetap menjadi pendukung suara feminis. Bahkan bisnis pakaian yang ia jalankan sejak Desember diberi tema-tema feminis.

Sementara itu, Seo Hee dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan juga diskors selama empat tahun. Hukuman tersebut ia dapatkan usai terbukti mengonsumsi ganja pada tahun 2017 bersama T.O.P..

You can share this post!

Related Posts