Dengan adanya dugaan ini, Pihak PSI mengatakan ada baiknya Ratna fokus menjadi seniman dan aktivis saja.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 05 Oktober 2018 - 09:48 WIB
WowKeren - Drama yang ditimbulkan oleh aktivis Ratna Sarumpaet tentunya masih berbuntut panjang. Ratna yang mulanya mengaku mengalami penganiayaan di kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara, kini telah mengklarifikasi bahwa lebam di wajahnya adalah akibat operasi plastik (oplas) yang dijalaninya di RS Khusus Bina Estetika.
Meskipun telah mengakui kebohongannya terkait penganiayaan yang dialaminya, kini masalah baru muncul lantaran oplas yang dilakukannya. Belum lama ini, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan adanya temuan terkait rekening yang digunakan Ratna dari proses penyidikan.
Dalam pernyataannya, Setyo Wasisto mengatakan bahwa rekening tersebut ternyata adalah rekening yang digunakan untuk mengumpulkan dana bantuan bagi korban kapal tenggelam di Danau Toba. "Dalam proses penyidikan, beliau (Ratna) melakukan pembayaran di RS dengan gunakan nomor rekening itu. Dan kalau rekan-rekan membuka di internet, ternyata beliau menggunakan rekening itu untuk mengumpulkan dana kalau tidak salah untuk Danau Toba," ujar Setyo, di Amos Cozy Hotel, Melawai, Jakarta Selatan.
Patut dicurigai, nomor rekening Ratna Sarumpaet untuk transfer bedah plastik sama dengan nomor rekening untuk penggalangan dana korban Kapal Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.#WajahmuPlastik#AntiHoax#2019KitaTetapBersaudarahttps://t.co/kebUtNiIqipic.twitter.com/vGuPywOOVe
— Fahri Ali (@fahri_Al1601) 3 Oktober 2018
Menanggapi kabar ini, akhirnya juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest turut berkomentar. Menurut Rian, jika kabar ini benar adanya maka citra Ratna Sarumpaet akan semakin memburuk di masyarakat Indonesia dan merugikan dirinya sendiri. Belum lagi jika mengingat bahwa kasus ini juga termasuk dalam tindak pidana.
"Apabila ini benar, tidak terbayang rusaknya nama baik beliau sendiri secara etika tentu tidak patut. Secara hukum, meski tidak langsung terkait, seorang koruptor yang nilep uang bencana alam, pidananya dapat diperberat," kata Rian.
Lebih lanjut, Rian juga mengatakan bahwa dengan adanya kasus ini, ada baiknya Ratna menjadi seniman dan aktivis saja. "Dengan semua polemik Ibu Ratna soal Danau Toba, dana World Bank, dan kabar bohong penganiayaan, marilah kita simpulkan bahwa ada baiknya Ibu Ratna fokus di bidang aktivisme dan seni saja," sambung Rian.
(wk/luth)