Indonesia Dilanda Gempa Beruntun, Surabaya Miliki Dua Patahan Aktif Berpotensi Guncangan 6,5 M
Nasional

Dua patahan yang dimaksud oleh Amien adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru.

WowKeren - Pada Kamis (11/10) ini, gempa berkekuatan 6,3 SR terjadi di wilayah timur laut Situbondo. Gempa yang mengguncang pukul 01.44.57 WIB tersebut berada di kedalaman 10 km. Geratannya terasa di beberapa wilayah Jawa Timur hingga Bali.

Melihat deretan gempa yang terjadi di Indonesia, masyarakat berbagai daerah menjadi was-was. Surabaya menjadi salah satu kota yang berpotensi terkena gempa karena memiliki dua patahan aktif.


Pakar Kebumian dan Bencana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Amien Widodo mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat Kota Pahlawan ini berpotensi diguncang gempa hingga 6,5 M dan mengalami likuifaksi seperti di Palu, Sulawesi Tengah. Selain itu, menurutnya warga Surabaya juga belum terlalu peduli dengan bencana alam ini.

"Gempa bumi itu tidak mematikan, tapi dampaknya yakni bangunan rumah serta potensi terjadinya likuifaksi yang bisa menimbulkan korban jiwa," tutur Amien. "Orang Surabaya masih cuek terhadap bahaya gempa. Itu kita ketahui setelah melakukan survei yang baru kita lakukan."

Dua patahan yang dimaksud oleh Amien adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Ia juga menjelaskan potensi likuifaksi di Surabaya dapat terlihat dari jalan beton yang retak.

"Salah satu buktinya bida dilihat dari retaknya Jalan Mayjen Sungkono, padahal itu jalan beton," jelas Amien. "Tapi tentunya fenomena ini masih kita kaji lebih lanjut."

Amien Widodo mengatakan, saat ini dirinya dan tim tengah melakukan penelitian lebih lanjut terkait potensi gempa bumi di Surabaya. Pihaknya juga berharap pemerintah daerah setempat bisa lebih aktif untuk melakukan penelitian tanah serta riset lainnya terkait bencana ini.

You can share this post!

Related Posts