Proses Indentifikasi Dihentikan, Lion Air Minta Pencarian Kembali 64 Korban yang Belum Ditemukan
Twitter/SAR_NASIONAL
Nasional

Daniel mengatakan bahwa Lion Air akan mengusahakan seluruh korban dapat teridentifikasi.

WowKeren - Pada Jumat (23/11) ini, proses identifikasi korban penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh resmi dihentikan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Tim tersebut berhasil mengidentifikasi 125 korban dari 189 penumpang yang tercatat ikut dalam penerbangan rute Jakarta-Pangkal Pinang.

"Selama operasi identifikasi dilaksanakan 29 Oktober sampai 23 November terhadap kantung jenazah korban Lion Air JT-610 yang diterima, teridentifikasi sebanyak 125 penumpang," ujar Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi, dilansir dari CNNIndonesia. Korban yang telah diketahui terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan.

Pihak Lion Air sendiri rupanya berencana menemui Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) untuk meminta pencarian ulang dilakukan. Pasalnya, masih ada 64 korban pesawat Lion Air yang jatuh belum ditemukan.


Kami akan koordinasi dengan Kabasarnas terkait dengan kemungkinan diadakannya pencarian karena ada indikasi-indikasi pencarian ulang," tutur Managing Director of Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro. "Kami akan rapat siang ini untuk pelaksanaannya."

Daniel mengatakan bahwa Lion Air akan mengusahakan seluruh korban dapat teridentifikasi. "Perasaan kami sama dengan keluarga korban. Karena itu akan kami usahakan yang terbaik," lanjutnya.

Sementara itu, Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya akan membantu segala upaya yang dilakukan untuk korban Lion Air yang jatuh. "Kami tetap menerima body part yang mungkin ditemukan kemudian hari, akan kita publikasi juga ke rekan-rekan," kata Dedi.

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan bahwa telah melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat. Dari hasil penyelidikan diungkapkan bahwa tidak terjadi kerusakan atau masalah pada pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang itu. Kendati tak ada masalah pada mesin, Nurcahyo mengatakan bahwa ada perbedaan penunjuk kecepatan antara pilot dan co-pilot sejak awal pesawat bergerak hingga lepas landas.

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait