Ayah korban, Agus mengatakan bahwa anaknya dijual seharga Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu kepada teman-teman pelaku.
- Nur Islamiyah
- Senin, 26 November 2018 - 14:44 WIB
WowKeren - Seorang perempuan berinisial NT seorang penyandang difabel disekap oleh Nasrianto Siadi selama satu bulan. Tak hanya disekap, perempuan berusia 26 tahun tersebut diperkosa bahkan dijual kepada teman-teman pelaku. Uang hasil memperdagangkan korban digunakan untuk membeli sabu.
Kanit Timsus Polda Sulsel Ipda Arthenius mengatakan bahwa korban juga mengalami penganiayaan jika tidak mau diajak melakukan hubungan intim. Ia juga dicekoki narkoba jenis sabu.
"Memaksa korban untuk berhubungan badan, dan apabila korban menolak, pelaku memukul dan mencekik korban," ujar Arthenius seperti dikutip dari Detik. "Pelaku juga menjual tubuh korban ke beberapa teman pelaku dan hasilnya digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu dan memaksa korban untuk mengisap narkoba."
Pelaku rupanya mengenal korban dari seorang temannya. Perkenalan itu berujung penyekapan. Korban yang menderita difabel tidak dapat berbuat apa-apa.
Ayah korban, Agus mengatakan bahwa anaknya dijual seharga Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu. Uangnya kemudian digunakan untuk membeli narkoba.
"Anak saya bilang saya dijual pakai bahasa isyarat," ucap Agus. "Itu anak saya juga bilang dijual sama ini orang dengan harga Rp 400 dan Rp 700 ribu. Uangnya dipakai beli narkoba lagi."
NT ditemukan setelah dirinya diam-diam mengambil ponsel miliknya yang dipegang oleh pelaku. Anak ketiga dari sembilan bersaudara ini menelpon saudaranya untuk minta tolong. Karena kesulitan berbicara, NT hanya mengirimkan lokasinya kepada saudaranya.
Saat ini, NT berada di RS Bhayangkara Makassar. Korban masih trauma dengan apa yang terjadi. Beberapa polisi dan keluarga juga berjaga di sekitar kamar.
Sementara pelaku akhirnya tertangkap dengan keadaan tertembak di kaki bagian kanan lantaran berusaha kabur saat dilakukan pengembangan dengan menunjukkan TKP untuk mencari barang bukti. "Pelaku memberontak dan melarikan diri sehingga anggota melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali, akan tetapi pelaku tidak menghiraukan, sehingga tembakan diarahkan ke kaki pelaku sebanyak dua kali untuk melumpuhkan dan mengenai kaki kanan pada bagian betis dan tumit," lanjut Arthenius.
(wk/nris)