Agar dapat segera berfungsi, Jalan Raya Gubeng yang ambles ditargetkan selesai diperbaiki dalam lima hari.
- Wahyu
- Kamis, 20 Desember 2018 - 14:48 WIB
WowKeren - Jalan Raya Gubeng ambles sedalam 20 meter pada Selasa (18/12) malam. Dampak kerusakan jalan tersebut masih dirasakan hingga sekarang. Pasalnya, Jalan Raya Gubeng merupakan titik akses yang menghubungkan sejumlah ruas jalan ke berbagai arah.
Akibat insiden tersebut, sejumlah arus lalu lintas harus dialihkan agar tidak terjadi kemacetan. Karena lokasi amblesnya jalan ini memainkan peranan penting sebagai jalur penghubung, maka mau tidak mau pemerintah harus segera memperbaikinya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan perbaikan jalan ditargetkan akan selesai dalam lima hari. Meskipun tidak secara permanen, namun perbaikan tersebut bertujuan agar jalanan dapat dilalui kembali dalam waktu dekat.
“Kami targetkan 3-5 hari jalan sudah bisa dilalui kembali,” kata Basuki lewat keterangan tertulis pada Kamis (20/12). “Meski belum permanen.”
Dalam prosesnya, Basuki menuturkan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Durasi ini jauh lebih pendek daripada yang pernah diungkapkan oleh pihak Pemkot Surabaya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan jalan akan selesai dalam waktu sepuluh hari. Estimasi ini berdasarkan penuturan tim ahli bangunan gedung Pemkot Surabaya Mudji Irmawan. Dengan melihat kondisi saat ini, perbaikan Jalan Raya Gubeng diperkirakan akan selesai dalam sepuluh hari.
Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana ingin agar perbaikan jalan dilakukan secepat mungkin karena sifatnya mendesak. Menurutnya, kerusakan jalan sangat merugikan warga Surabaya. “Ini mendesak, dan harus selesai diperbaiki dengan cepat,” kata Wisnu di Surabaya Rabu (19/12).
Proses perbaikan itu sendiri masih belum diketahui secara pasti kapan akan dimulai. Pasalnya, penanganan tersebut masih harus menunggu hasil investigasi dari Komite Keselamatan Konstruksi dan Tim Geoteknik Pusjatan Balitbang.
Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto mengatakan bahwa dugaan sementara amblesnya jalan Gubeng disebabkan adanya tanah di bawah jalan yang terambil oleh pekerjaan bangunan. Hal ini mengingat di sekitar lokasi kejadian sedang ada pembangunan basement oleh RS Siloam.
Meski begitu, ia menuturkan bahwa pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun. Sebab menurutnya, yang terpenting saat ini adalah membuat jalan bisa berfungsi kembali.
“Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun,” kata Sugiyartanto dilansir Kompas Kamis (20/12). “Kami juga tidak ingin bicara status jalannya tetapi bagaimana kita segera menangani agar bisa berfungsi kembali.”
(wk/wahy)