Populasi badak Jawa yang kian mengecil semakin terancam dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Wahyu
- Kamis, 27 Desember 2018 - 16:17 WIB
WowKeren - Sebagian kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang terletak di Pandeglang, Banten ikut terkena imbas tsunami yang menerjang Sabtu (22/12) lalu. Akibatnya, dua orang yang merupakan petugas taman nasional meninggal karena terbawa arus.
Meskipun demikian, badak Jawa bercula satu yang dilindungi di TNUK tidak ikut terseret gelombang tsunami. Hal tersebut dikarenakan badak-badak ini tidak terlalu sering pergi ke daerah dekat pantai utara.
“Badak ini kami yakini dalam keadaan aman,” kata Kepala TNUK Mamat Rahmat dilansir BBC Kamis (27/12). “Karena ini ombak datang dari pantai utara, sementara di pantai utara ini keberadaan badak yang sering main ke pantai tidak terlalu banyak.”
Sebaliknya, badak Jawa lebih banyak tersebar di pantai selatan, yang mana hal ini cukup jauh dari asal gelombang tsunami yang datang dari pantai utara. Menurut Mamat, binatang memiliki naluri yang kuat untuk melarikan diri. Sehingga, ketika mendengar gemuruh maka mereka akan segera mencari tempat yang lebih aman.
“Tapi kalau satwa biasanya ketika ada gemuruh dia akan langsung melarikan diri (mencari tempat yang) lebih aman ke dalam (hutan),” terang Mamat. “Jadi saya yakini badak aman.”
Ancaman erupsi Anak Krakatau terhadap populasi badak jawa memang sudah dibicarakan sejak lama. Apa lagi ketika Anak Krakatau mulai muncul ke permukaan tahun 2013 lalu. Badak ini rencananya akan dipindahkan ke habitat yang lebih aman.
“Sejak dulu sudah direncanakan dalam strategi rencana aksi konservasi badak Indonesia,” kata staf pemantauan badak WWF Indonesia Ridwan Setiawan dilansir BBC Kamis (27/12). “Salah satu masukan adalah pemindahan beberapa ekor badak ke lokasi yang lebih aman.”
Dengan memindahkan badak ke daerah yang lebih aman, diharapkan dapat menyelamatkan populasi badak yang saat ini hanya tersisa 67 ekor. Erupsi dahsyat Anak Krakatau dikhawatirkan akan memicu gelombang tsunami yang besar sehingga akan memusnahkan populasi badak Jawa.
Meski begitu, upaya pemindahan badak Jawa ke habitat kedua mereka tidak bisa langsung dilakukan begitu saja, namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Misalnya pemilihan induk badak yang sehat serta mampu bereproduksi.
Tempat yang akan menjadi habitat badak selanjutnya juga harus memenuhi kriteria tertentu. Selain terdapat tumbuhan, habitat tersebut harus memiliki cukup persediaan air, mengingat sebagian besar keseharian badak memerlukan air.
(wk/wahy)