Pengacara Hotman Paris menceritakan saat ia kalah gengsi dari Syahrini ketika liburan di luar negeri.
- Intan Novela Setya Monikasari
- Kamis, 27 Desember 2018 - 17:42 WIB
WowKeren - Siapa yang tak kenal dengan slaah satu pengacara kondang Tanah Air, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang ini sering tampil dengan busana jas mewah disertai perhiasan mahal yang melekat di tubuhnya.
Meski tajir, rupanya Hotman tak ingin kalah gengsi dengan penyanyi cetar Syahrini dalam hal apapun. Termasuk soal hotel yang menjadi tempat menginap mereka saat liburan.
Seperti pengakuan ayah tiga anak ini kalau ia sudah dekat dengan Syahrini sejak lama. Saking dekatnya, Hotman dan pelantun "Cintaku Kandas" itu sering bertemu saat liburan di tempat yang sama.
"Pernah janjian ke Las Vegas ketemu di sana yuk. Itu langsung keliatan kan," kata Hotman dalam tayangan "Hotman Paris Show". "Terus pas nginep lo di mana lo. Wah hotel bintang 5. Oh sama."
Akan tetapi, di lain kesempatan ada kejadian yang membuat Hotman kalah gengsi dengan Syahrini. Hal itu bermula saat Syahrini memilih naik jet pribadi daripada pesawat terbang biasa ketika ke Las Vegas.
"Saya ada pengalaman sama dia. Ada 2 hal. Jadi kami dari LA (Los Angeles) Natal Tahun Baru sama anak istri sampai di Las Vegas lo sudah landing," ujar Hotman. "Memang naik apa lo nggak ada pesawat gue lihat. Naik private jet. Apaan lo 30 menit dari LA ke Las Vegas aku cuma naik pesawat biasa."
Selain itu, Hotman juga menceritakan jika Syahrini dekat dengan anak sulungnya, Frank. Hotman menjelaskan kalau Syahrini pernah ke diskotek paling mahal dii Amerika bersama putranya.
"Sepertiga isinya orang kaya Indonesia. Gue akhirnya jalan-jalan di trotoar, jalan-jalan malam Tahun Baru," pungkas Hotman. "Karena restoran jam 1, jam 2 tutup, hanya kasino yang buka, dan ada anak saya di bawah umur tidak boleh."
Sementara itu, saking kayaknya, Hotman juga sempat diperiksa oleh pihak berwajib saat berada di Milan, Italia. Hal itu bermula ketika sang istri kedapatan membawa uang sebanyak 20 ribu euro atau sekitar Rp 300 juta di dalam tas. Ia dan istrinya bahkan disangka teroris oleh kepolisian Italia dan berakhir dengan didenda sebanyak Rp 3,2 juta.
(wk/inta)