Gelombang tinggi menerjang kawasan Megamas Manado pada 27 Desember 2018, sekitar pukul 22.30 WITA.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 28 Desember 2018 - 11:10 WIB
WowKeren - Gelombang tsunami yang baru saja menyerang Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu membuat warga Indonesia cemas. Pasalnya, tidak ada yang menduga ombak tinggi akan meluluhlantakkan daratan di sekitar Selat Sunda.
Baru-baru ini, daerah Manado dihebohkan dengan adanya fenomena gelombang tinggi. Gelombang tinggi sendiri berbeda dari tsunami, karena kejadiannya dapat diprediksi lewat tiupan angin.
Video gelombang tinggi tersebut sempat viral di dunia maya. Peristiwa yang disebut terjadi di kawasan Megamas Manado itu membuat warga histeris.
Sebuah akun gosip mengunggah video tersebut ke Instagram. Gelombang tinggi itu tampak pada 27 Desember 2018, sekitar pukul 22.30 WITA.
"Kabarnya beginilah situasi di manado sekitar pukul 22.30 WITA," tulis akun gosip tersebut. "Mari sama sama berdoa untuk negeri ini."
Dalam video itu, tampak banyak warga yang berkumpul untuk melihat fenomena alam tersebut. Lucunya, warga malah tampak mendekati gelombang tinggi yang mencapai jalanan tersebut.
Warganet yang melihat video tersebut langsung memberikan responnya. Mereka merasa geli dengan tingkah warga yang seakan tak takut pada gelombang tinggi itu.
"Hebat lho orang2 ini gak pada takut apa yak," tulis akun @ek***69. "Lah ntu lg pada ngpain disitu, dah tau air lgi pasang ditonton, dkira ondel2 lgi unjuk kbolehan x," komentar akun @nu***ew. "Itu malah pd nonton orang kaga kabur yahh, Indonesia," timpal akun @na***an.
Beberapa warga juga mengunggah fenomena alam tersebut ke media sosial mereka. Dilihat dari unggahan akun @melsudianto_ di Instagram Story, gelombang tinggi yang menerjang kawasan Megamas Manado ini sempat membuat jalanan tergenang.
Sebelumnya, BMKG memang telah merilis peringatan dini gelombang tinggi yang akan terjadi di Indonesia pada masa liburan tahun baru 2019. Menurut info dari akun Twitter resmi BMKG, peringatan tersebut berlaku dari tanggal 27 Desember 2018 hingga 30 Desember 2018.
(wk/Bert)