Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan mengenai wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi pada Jumat (28/12).
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 28 Desember 2018 - 13:24 WIB
WowKeren - Cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Setelah terjadi tsunami di Banten pada Sabtu (22/12) kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memberikan pantauan terhadap beberapa fenomena cuaca. Terbaru, sebuah video yang menunjukkan gelombang tinggi di Manado menjadi viral.
Terkait fenomena ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut angkat bicara. Berdasarkan keterangan BNPB, fenomena tersebut terjadi karena pengaruh siklon tropis (tropical depresion thirtyfive) yang terjadi di sekitar Filipina.
Akibat adanya siklon tersebut, massa uap air dan angin mengarah ke Manado Sulawesi Utara. "Akibatnya angin kencang dan gelombang tinggi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis pada Jumat (28/12).
Gelombang laut tinggi di Kota Manado pada 27/12/2018 disebabkan faktor cuaca. Tidak ada tsunami. BMKG memprediksi gelombang tinggi (lebih 4 m) pada 28-31/12/2018 terjadi di:
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) 28 Desember 2018
- Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
- Perairan Utara Kep.Nias
- Laut Natuna Utara pic.twitter.com/X2QfEEHTpj
Sutopo menjelaskan bahwa fenomena tersebut tidak terjadi karena aktivitas tektonik. Kendati demikian, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. "Jika kondisi membahayakan jangan melakukan aktivitas di sekitar pantai dan laut untuk sementara waktu," lanjut Sutopo.
Ia juga menambahkan bahwa gelombang tinggi yang terjadi di Sulawesi Utara tersebut tak ada kaitannya dengan tsunami Banten maupun Gunung Anak Krakatau.
Dalam akun Twitter miliknya, Sutopo juga sudah angkat bicara mengenai fenomena gelombang tinggi yang viral ini. Ia menjelaskan bahwa gelombang tinggi lebih dari 4 meter akan terjadi di beberapa wilayah. Di antaranya adalah Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Utara Kep. Nias dan juga Laut Natuna Utara.
(wk/silm)