Beberapa warga menolak dievakuasi meski pulau Sangiang hanya berjarak sekitar 49,9 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 28 Desember 2018 - 14:25 WIB
WowKeren - Status Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan ke level III Siaga sejak Kamis (27/12) kemarin. Aktivitas erupsi yang semakin intens membuat Kementerian ESDM memberi peringatan untuk tidak mendekati kawah dalam radius lima kilometer.
Meski status Gunung Anak Krakatau sudah dinaikkan, masih ada beberapa warga yang tak menghiraukan peringatan tersebut. Sebanyak 53 warga Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, menolak untuk dievakuasi pasca tsunami Selat Sunda.
Alasan para warga tersebut adalah masih adanya warga lain yang hilang. Hingga kini, beberapa orang hilang di Pulau Sangiang memang belum ditemukan.
"Ya, masih ada (yang belum dievakuasi) 53 orang. Bukan belum dievakuasi, (tapi) enggak mau dievakuasi." terang Kepala Desa Cikoneng, Nur Wahdini, Kamis (27/12). "Masalahnya satu ada yang meninggal dan yang belum ketemu sampai sekarang."
Masih adanya warga yang hilang tak menjadi satu-satunya alasan mereka menolak dievakuasi. Menurut Nur, warga pulau tersebut sedang menggelar acara tahlilan bagi warga yang menjadi korban tsunami. Mereka pun tidak mau dievakuasi ke Anyer, padahal pulau Sangiang hanya berjarak sekitar 49,9 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
"Karena mereka masyarakat pulau merasa iba dan lain sebagainya," jelas Nur. "Masak cuma keluarganya itu aja yang ditinggalin sama masyarakat yang lainnya, akhirnya mereka masih bertahan 53 orang."
Nur juga menjelaskan bahwa sudah tidak ada wisatawan yang berada di Pulau Sangiang. Ke-53 orang yang masih bertahan di pulau tersebut merupakan penduduk asli yang menetap di sana.
"Kemarin masih ada 60 yang belum (dievakuasi)," ujar Nur. "Tapi sekarang sudah 53 orang."
Diketahui, Pulau Sangiang menjadi salah satu daerah yang terkena dampak terparah akibat tsunami Selat Sunda. Sebanyak 42 kepala keluarga sempat terjebak di pulau tersebut akibat ombak yang tinggi.
Bantuan baru datang kala ombak mulai tenang. Tercatat jumlah korban meninggal di Pulau Sangiang mencapai 80 jiwa, 30 di antaranya adalah wisatawan.
(wk/Bert)