Pemeriksaan anggota keluarga Bripka Matheus sempat ditunda karena mereka masih dalam suasana berkabung.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Januari 2019 - 10:23 WIB
WowKeren - Bripka Matheus De Haan ditemukan tewas di kawasan pemakaman TPU Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut ditemukan meregang nyawa pada 31 Desember 2018 malam.
Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiarto, mengaku telah memeriksa sebanyak 13 saksi untuk memastikan penyebab kematian Bripka Matheus. Diketahui, anggota Polsek Pancoran Mas tersebut tewas akibat luka tembak di kepala.
Para saksi tersebut terdiri dari rekan satu profesi Bripka Matheus di Polsek Pancoran Mas serta warga di sekitar lokasi kejadian. Tak hanya itu, penyidik juga akan memanggil keluarga Bripka Matheus untuk dimintai keterangan.
"Dari 13 saksi itu minus keluarga ya. Rencana hari ini kita panggil," terang Didik, Kamis (3/1). "Sebelumnya belum kita periksa karena masih suasana berkabung,"
Tak hanya memeriksa sejumlah saksi, penyidik gabungan Polresta Depok dan Puslabfor Mabes Polri juga kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area lahan kosong TPU Mutiara. Olah TKP dilaksanakan pada 3 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.45 WIB.
Dalam olah TKP tersebut, penyidik menggambarkan situasi kejadian dan juga mencari selongsong peluru yang menembus kepala Bripka Matheus. Untuk rekonstruksi kejadian tersebut, Bripka Matheus diperankan oleh salah satu anggota Polsek.
"Ya tim penyidik bersama labfor Polri hari ini melakukan olah TKP lanjutan," terang Didik. "Tadi juga melakukan rekonstruksi posisi korban dan simulasi posisi diduga korban sebelum terluka. Kita rekonstruksi kan, seperti tadi yang udah kita saksikan."
Olah TKP lanjutan tersebut diadakan untuk kepentingan laboratorium forensik. "Jadi tim forensik Polri mengambil kesimpulan ambil langkah olah TKP lanjutan. Dan ini sebagai bahan di olah oleh tim untuk diambil kesimpulan," jelas Didik.
Sebelumnya, penyebab kematian Bripka Matheus diduga kuat adalah tindakan bunuh diri. Menanggapi hal tersebut, Didik menjelaskan bahwa tim labfor akan melakukan analisa terlebih dahulu.
"Seperti yang sudah disampaikan kabid humas bahwa hasil pemeriksaan ditemukan mesiu di tangan kanan korban. Kemudian senjata ditemukan di TKP di sekitar tubuh korban," tutur Didik. "Untuk penyebab pasti kematian, tentunya nanti akan kita sampaikan setelah semua hasil puslabfor sudah selesai, hasil otopsi selesai nanti akan kami sampaikan ke publik."
Dari hasil olah TKP lanjutan tersebut, penyidik belum berhasil menemukan selongsong peluru yang dicari. Benda tersebut diyakini berasal dari senjata api jenis six ower semi otomatis yang sehari-harinya dibawa oleh Bripka Matheus kala sedang dinas.
(wk/Bert)