Timses Jokowi Resmi Laporkan Andi Arief ke Polisi Soal Hoaks Surat Suara Tercoblos
Nasional

Setelah melalui pertimbangan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'aruf resmi melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri, Kamis (3/1).

WowKeren - Setelah melalui berbagai pertimbangan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'aruf Amin resmi melaporkan Wasekjen Demokrat, Andi Arief, ke Bareskrim Polri. Laporan ini dibuat berdasarkan dugaan penyebaran berita bohong tentang 7 kontainer yang berisi surat suara tercoblos.

Sebelumnya, Andi sempat mencuit tentang kabar tersebut di akun Twitternya. Cuitan tersebut kini telah dihapus. Menurut timses Jokowi, cuitan Andi tersebut seakan menuduh pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'aruf


"Jadi kami hadir di sini merasa berkepentingan," tutur direktur TKN Jokowi-Ma'ruf Bidang Advokasi dan Hukum, Ade Irfan Pulungan, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1). "Karena penyebaran dan cuitan dari salah satu pengurus Partai Demokrat yang sepertinya menuduh paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'aruf."

Irfan menduga Andi mendapat sumber rekaman adanya isu tersebut melalui grup WhatsApp. Oleh sebab itu, ia meminta Bareskrim menyelidiki grup WhatApp Andi.

"Kita meminta Bareskrim segera memeriksa WA grup yang dia (Andi Arief) katakan dalam cuitannya itu," terang Irfan. "Dia kan mengatakan mendapatkan informasi dari WA grup-nya. WA grup yang mana itu, itu yang harus dia buktikan, apakah dia mendapatkan informasi dari satu WA grup atau banyak. Di handphone kita kan banyak WA grup. Nah, itu sumbernya siapa,"

Laporan atas Andi didokumentasikan dalam surat nomor LP/B/0013/I/2019/BARESKRIM tanggal 3 Januari 2019. Ia dilaporkan atas dugaan kejahatan terkait pemilihan umum, penyebaran berita bohong atau hoaks, pencemaran nama baik melalui media elektronik, dan penghinaan.

Irfan juga berharap sumber suara rekaman yang beredar dapat segera terungkap. Ia percaya pihak kepolisian dapat segera melacak sumber rekaman dengan teknologi yang dimiliki. Pasalnya, menurut Irfan, pemberitaan surat suara tercoblos itu dapat menimbulkan keresahan dalam proses Pemilu 2019.

"Bisa itu, makanya kita minta Bareskrim, penyidik, untuk melacak itu. Kita yakin dan percaya Polri punya alat yang canggih," ujar Irfan. "Karena ini masalah nasional kita minta secepat karena ini mengganggu stabilitas demokrasi kita dan harus kita lawan berita hoaks ini. Jangan memberikan ketakutan, keresahan, dengan sesuatu yang tidak benar kepada siapa pun dia."

Menurut Irfan, dalam rekaman yang beredar, ada nama organisasi yang disebutkan, seperti Partai Gerindra. Ia pun meminta pihak berwajib segera meluruskan hal tersebut.

"Ya itu yang kita minta karena ia menyebutkan ada lembaga-lembaga ini, apa kaitannya dengan penyebar rekaman suara ini terhadap lembaga-lembaga itu?" tutur Irfan. "Tentunya kita tidak menginginkan pemilu mengalami kegaduhan yang merugikan kita semua. Jadi ini kontestasi aman damai untuk kemajuan Indonesia."

You can share this post!

Related Posts
Loading...