Hasil Rapat KPU Bocor, Jokowi dan Prabowo Tertibkan Anggota
Instagram/jokowi
Nasional

Baik kubu Jokowi maupun Prabowo sama-sama mengakui jika ada anggota mereka yang membocorkan informasi yang seharusnya tidak masuk ke ranah publik.

WowKeren - Suasana kampanye Pilpres 2019 semakin memanas karena persaingan antar kubu Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin ketat. Tak jarang pula suasana kampanye diperkeruh dengan aksi dari pihak-pihak tertentu.

Seperti bocornya informasi hasil rapat debat yang dilakukan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU). Baik kubu Jokowi maupun Prabowo mengakui adanya kebocoran informasi yang dilakukan oleh anggotanya.

Padahal, informasi hasil rapat harusnya bersifat tertutup dan rahasia. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengakui jika ada anggotanya yang tidak hadir dalam rapat tapi ikut menyebarkan hasil rapat KPU. Hasilnya, hal itu justru membuat suasana menjadi kacau.

"Banyak hal yang terungkap ke publik di dalam proses pengambilan keputusan yang sebenarnya itu tidak dalam ranah untuk dipublikasikan," kata Aria Bima selaku Direktur TKN Jokowi-Ma'ruf di kantor KPU pada Senin (7/1). "Terutama dari tim kami juga yang tidak ikut mengikuti proses, jadi kacau-balau."


Di lain sisi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga menyayangkan adanya kebocoran hasil rapat KPU. Sebab, bocornya informasi ke publik membuat baik KPU maupun paslon mendapat perlakuan bully di masyarakat.

"Kami sampaikan apresiasi tinggi terhadap KPU secara kolektif sampai hari ini tetap memposisikan sebagai penyelenggara pemilu yang adil dan sesuai tata cara," kata Priyo Budi Santoso selaku Wakil ketua BPN Prabowo-Sandi dilansir detikcom pada Selasa (8/1). "Ini perlu saya nyatakan dan tegaskan karena lima hari terakhir ini, selain kami 02 dan 01, KPU juga mendapatkan imbas semacam pem-bully-an."

Untuk itu, baik pihak Jokowi maupun Prabowo, akan bersama-sama menertibkan para anggotanya. Aria menjelaskan agar tidak terjadi simpang siur informasi dari masing-masing anggota, ia akan membuat batasan-batasan informasi mana yang bisa disampaikan ke publik dan mana yang sifatnya khusus untuk internal.

"Tapi kami sepakat Mas Priyo nanti juga akan menertibkan, saya pun akan memberikan aturan main," lanjut Aria. "Mana yang masuk ranah publik dan mana yang itu menjadi bagian konsensus kesepakatan kita dalam membangun bernegosiasi."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!