Bukan cuma kota terbersih yang diumumkan dan mendapat penghargaan, KLHK juga rilis daftar kota terkotor. Mana saja?
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 16 Januari 2019 - 14:24 WIB
WowKeren - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia akhirnya merilis daftar kota-kota terkotor. Daftar tersebut dirilis setelah KLHK mengeluarkan pengumuman mengenai daftar kota-kota terbersih yang mendapatkan penghargaan Adipura.
Nama-nama kota terkotor ini muncul dalam daftar kota-kota yang mendapatkan nilai rendah dalam penilaian program Adipura 2017-2018. Daftar kota-kota terkotor ini dirilis oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.
Kategori kota metropolitan terkotor disandang oleh Kota Medan. Untuk kategori kota besar ada Kota Bandar Lampung dan Kota Manado. Sementara untuk kategori kota sedang adalah Sorong, Kupang dan Palu.
Selain kota-kota tersebut, beberapa kota kecil juga masuk dalam daftar kota terkotor di Indonesia. Mereka adalah Waikabubak di Sumba Barat, Waisai di Raja Ampat, Ruteng di Manggarai, Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, dan Bajawa di Kabupaten Ngada.
"Penilaian paling rendah antar kota-kota Adipura yang kita nilai, kan ada 300 sekian kota yang kita nilai, dan itu adalah kota yang jelek," ujar Rosa usai acara Penganugerahan Adipura dan Green Leadership Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD di kantor KLHK, di Jakarta, pada Senin (14/1) kemarin. "Untuk penilaian tahun ini kita ketatkan betul bahwa yang pertama tentu fisik, standarnya tinggi memang,kemudian TPA kita tidak berikan adipura kalau operasionalnya 'open dumping'."
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Manado, Mor Baastian, langsung memberikan respon terkait kotanya yang masuk dalam daftar kota terkotor. Menurutnya, ada alasan kenapa Kota Manado sebenarnya tak layak disebut sebagai kota terkotor. “Sejak banjir bandang 2014, TPA di Sumompo sudah tidak mampu menampung sampah yang ada. Sedangkan sistem sanitary landfill adalah setiap ditaruh sampahnya harus ditutup dengan tanah. Dan lokasi di TPA kita sudah pasti tidak memungkinkan untuk hal tersebut,” ujar Mor Baastian.
Untuk piala Adipura Kencana diketahui diterima Surabaya yang diwakili oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani. Selain Adipura Kencana, Surabaya juga menerima penghargaan lain berupa Nirwasita Tantra serta piala Kinerja Pengurangan Sampah.
(wk/silm)