Taiwan Larang 20 Mahasiswa Indonesia Kuliah di Negaranya, Ada Apa?
Nasional

Sebanyak 57 mahasiswa WNI berencana kuliah di Universitas Taiwan Shoufu, namun 20 di antaranya tidak mendapat izin.

WowKeren - Kementerian Luar Negeri Taiwan menolak visa 20 mahasiswa Indonesia untuk berkuliah. Pasalnya, para mahasiswa tersebut dinilai tak mampu berbahasa Mandarin serta berkekurangan dari segi finansial.

Dilansir Taiwan News, Jumat (1/2), terdapat 57 mahasiswa WNI yang berencana kuliah di Universitas Taiwan Shoufu. Profesor Universitas tersebut pun mengkritik keputusan Kemlu Taiwan.

Menanggapi kritik dari pihak Universitas, Kemlu menjelaskan bahwa kantor perwakilan mereka di Indonesia mendapati para mahasiswa tersebut tak memadai secara finansial. Tak hanya itu, kemampuan mereka untuk berbahasa Mandarin maupun Inggris juga dinilai tak cukup untuk memulai kuliah di Taiwan.

Dari 57 mahasiswa tersebut, 17 masih dalam proses peninjauan oleh otoritas Taiwan. Sementara 20 mahasiswa sisanya merupakan peraih beasiswa dari perusahaan pertambangan Indonesia.

Sebelumnya, isu mahasiswa Indonesia di Taiwan juga sempat menjadi bahan perbincangan. Pasalnya, ratusan mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Universitas Hsing Wu di Taipei, Taiwan, diduga menjadi korban kerja paksa.


Sekitar 300 mahasiswa dikabarkan harus bekerja selama 10 jam dalam sehari. Mereka dikirimkan ke pabrik-pabrik setempat dan dipekerjakan sebagai buruh.

Para mahasiswa itu disebut hanya masuk kelas dua hari dalam sepekan. Empat hari sisanya mereka diangkut dengan bus-bus ke pabrik di Hsinchu.

Tak hanya itu, meski kebanyakan mahasiswa Indonesia yang beragama Islam, makanan yang diberikan pada mereka mengandung daging babi. Para pekerja yang merupakan mahasiswa disebut kerap direndahkan oleh manajer pabrik.

Dikabarkan pertama kali oleh anggota parlemen Taiwan, Ko Chieh En, pihak Universitas telah menepis dugaan tersebut. Universitas Hsing Wu menyatakan memang menyediakan kesempatan kerja yang disesuaikan dengan ekonomi mahasiswanya. Namun, mereka tetap memberi perlindungan atas hak-hak para mahasiswa.

Senada dengan hal tersebut, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan juga telah menepis adanya dugaan kerja paksa. Namun PPI Taiwan mengakui adanya kelebihan jam kerja.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait