Berdasarkan survei internal BPN Prabowo-Sandi, elektabilitas paslon nomor urut 02 semakin rapat ke kubu petahana.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Februari 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 semakin dekat. Kedua pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden pun semakin gencar berkampanye.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun telah mengklaim elektabilitas Capres-Cawapresnya tak terbendung. BPN Prabowo-Sandi berharap agar tahun ini mereka dapat mewujudkan rencana untuk menggantikan sang presiden.
"Elektabilitas Prabowo-Sandi tak terbendung," tutur juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Pipin Sopian, Minggu (3/2). "Mohon doa dan dukungan semua pihak, #2019GantiPresiden Insyaallah terwujud dengan kemenangan Prabowo-Sandi."
Menurut Pipin, klaim tersebut didasarkan pada survei internal BPN Prabowo-Sandi. Elektabilitas Prabowo-Sandi sendiri disebut sudah semakin mendekati kubu petahana dan akan bisa menyalip Joko Widodo-Ma'ruf Amin bulan ini.
"Kami yakin bulan ini bisa melewati elektabilitas petahana," jelas Pipin. "Buktinya, setiap acara Prabowo-Sandi rakyat berbondong-bondong datang tanpa dibayar. Mereka hadir sendiri dengan uang pribadi mereka."
Meski telah mengklaim elektabilitas Capres-Cawapresnya terus meningkat, BPN masih belum bisa memberi bocoran berapa selisih antara Prabowo dan Jokowi. "(Bocoran) elektabilitas Alhamdulillah menggembirakan," ujar Pipin.
Tak hanya itu, Pipin juga sempat mengkritik janji-janji petahana yang menurutnya belum terealisasikan hingga kini. Beberapa di antaranya adalah janji pembebasan Abu Bakar Ba'asyir hingga mobil Esemka.
"Menjanjikan pembebasan Ustaz Ba'asyir tapi enggak jadi itu namanya dusta dan hoaks," tegas Pipin. "Menjanjikan mobil Esemka diproduksi masal bulan Oktober 2018 tapi enggak jadi itu namanya dusta dan hoaks."
Sebelumnya, survei beberapa lembaga mengenai elektabilitas kedua paslon Capres-Cawapres menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Ada lembaga yang menyatakan selisih elektabilitas Prabowo dengan Jokowi hanya tinggal satu digit. Namun ada pula yang menyebut Jokowi memimpin jauh.
Survei LSI misalnya, hasil penelitian lembaga ini menyatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf unggul di angka 54,8 persen sedangkan Prabowo-Sandi tertinggal jauh di 31 persen. Sedangkan hasil survei Median menyebut selisih elektabilitas kedua paslon berada di angka 9,2 persen saja.
(wk/Bert)