Termurah Se-ASEAN, Menteri Agama Teken Biaya Haji Indonesia Tahun 2019 Sebesar Rp 35,2 Juta
Instagram/kemenag_ri
Nasional

Meski tidak ada kenaikan biaya, pemerintah tetap berupaya meningkatkan fasilitas yang diterima oleh jemaah haji di sana.

WowKeren - Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan salah satu kewajiban bagi setiap umat muslim di dunia. Sayangnya, jarak Indonesia yang cukup jauh serta mahalnya biaya haji membuat hanya sebagian umat muslim saja yang mampu menunaikan ibadah tersebut. Belum lagi ditambah dengan fakta bahwa biaya haji cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI telah mengesahkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 35,2 Juta untuk tahun 2019/1440 Hijriah. Angka tersebut tidak mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.


Adapun pengesahan itu diwakili oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Wakil Ketua Komisi VIII F-Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa rata-rata biaya operasional per jemaah adalah sekitar Rp 69,7 juta. Dari jumlah tersebut, jemaah hanya membayar sekitar Rp 35,2 juta.

"Untuk operasional ibadah haji tahun 2019, besaran rata-rata biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji per jemaah direncanakan Rp 69.744.435," kata Ace di Jakarta pada Senin (4/2). "Dari total biaya tersebut, jemaah hanya membayar rata-rata Rp 35.235.602 atau sama dengan rata-rata BPIH tahun lalu."

Biaya haji jemaah Indonesia adalah yang paling murah dibanding negara-negara ASEAN lainnya. "BPIH Indonesia adalah yang paling murah di antara negara-negara ASEAN yang mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi," kata Lukman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

Meskipun tidak mengalami kenaikan, namun pemerintah tetap melakukan upaya peningkatan terhadap fasilitas yang akan diterima oleh para jemaah haji di sana. Misalnya tenda di Arafah yang menggunakan pendingin dan layanan Bus Shalawat untuk para jemaah yang tinggal di luar radius 1 km.

"Tenda di Arafah akan menggunakan AC," ujar Lukman. "Urinoir di Mina akan ditambah jumlahnya. Bus Shalawat akan melayani jemaah yang tinggal di luar radius 1km dari Masjidil Haram."

Lukman juga menjelaskan bahwa para jemaah haji bisa mulai melunasi biaya keberangkatan tersebut. Sebab rencananya, jemaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 7 Juli nanti.

"Selanjutnya, mempelajari manasik haji dan senantiasa menjaga kesehatan dari sekarang," terang Lukman. "Karena, mulai 6 Juli nanti, jemaah sudah memasuki asrama haji, dan tanggal 7 Juli berangkat ke Tanah Suci."

You can share this post!

Related Posts
Loading...