Kepengurusan Partai Dinilai Amburadul, Puluhan Kader PSI Parepare Undur Diri Massal
Nasional

Sebelumnya, caleg PSI di Bone menyatakan mengundurkan diri menyikapi keputusan PSI melarang poligami.

WowKeren - Partai Solidaritas Indonesia menjadi salah satu partai baru yang turut berkompetisi dalam Pemilu tahun 2019 ini. Partai pimpinan Grace Natalie ini membidik kaum milenial sebagai sasaran utama mereka mengemukakan aspirasi.

Akan tetapi, puluhan kader DPD PSI di Parepare, Sulawesi Selatan, menyatakan mengundurkan diri. Mereka mengungkapkan beberapa alasan yang membuatnya tak lagi nyaman bergabung dengan partai yang baru didirikan pasca Pemilu tahun 2014 itu.

Salah satu kader PSI yang memutuskan mundur adalah Aditya Putra. Ia mengatakan alasannya mundur lantaran kepengurusan partai yang dinilai amburadul di Parepare. Selain itu, Aditya juga mempertanyakan soal surat keputusan yang diberikan kepada beberapa kader.

"Kami memutuskan dengan beberapa poin, pertama struktur kepengurusan yang tidak jelas," terang Aditya seperti dilansir TribunNews pada Rabu (6/2). "Ada pengurus yang diberikan SK dan sebagian hanya ditunjuk secara lisan."


Aditya menambahkan adanya kepengurusan dana partai yang tak transparan juga menjadi alasan beberapa kader memutuskan mundur dari jabatan mereka. "Selain itu selama ini tidak pernah ada rapat yang menghadirkan anggota serta agenda politik partai di Parepare," pungkas Aditya.

Menanggapi sejumlah protes yang disampaikan kadernya, Ketua DPD PSI Parepare, Andi Iqbal Usman, memberikan klarifikasi. Ia menghormati keputusan kadernya yang mengundurkan diri dan menyampaikan terima kasih atas partisipasi mereka selama ini.

Mengenai dana partai yang tak transparan, Ketua DPW PSI Sulsel, Muh Fadly Noor, melalui Andi memberikan penegasan. Menurutnya, PSI memang berbeda dengan partai lainnya yang memiliki dan mengelola dana operasional. PSI mengutamakan semangat anak muda yang menjadi modal utama pergerakan mereka.

"Ini adalah seleksi alam dalam ber-PSI. Tidak ada tempat untuk cara-cara dan paradigma lama, sebagaimana kata Soekarno: yang tak murni, terbakar mati," terang Andi. "Himbauan saya bagi yang menyatakan mengundurkan diri terutama caleg agar menyampaikan pernyataan tertulis kepada DPD PSI Pare-Pare agar partai dapat bersikap ke KPUD setempat."

Sebelumnya, seorang caleg PSI di Bone menyatakan mengundurkan diri usai mendengar pernyataan Ketua Umum mereka, Grace Natalie, yang memperjuangkan larangan poligami. Menurutnya, pernyataan Grace merupakan pernyataan yang sangat kontroversial baginya.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait