Jubir KPK juga menyampaikan, pihaknya mengapresiasi upaya kepolisian yang meningkatkan status penanganan perkara tersebut ke tingkat penyidikan.
- Nur Islamiyah
- Kamis, 07 Februari 2019 - 19:03 WIB
WowKeren - Penganiayaan terhadap jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terjadi menyita perhatian publik. Dikabarkan dua penyidik KPK dianiaya oleh oknum hingga mengalami retak hidung dan luka sobek di wajah.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengimbau kepada terduga pelaku penganiayaan penyidik KPK untuk menyerahkan diri ke kepolisian. Febri menuturkan bahwa pelaku sebaiknya bersikap jujur dan tidak perlu menutupi fakta yang sebenarnya.
"KPK juga mengimbau agar para pelaku penyerangan, pemukulan atau penganiayaan pada pegawai KPK agar menyerahkan diri pada polisi," ujar Febri dalam keterangan tertulis, seperti yang dikutip dari Kompas. "Para pimpinan dari pelaku penyerangan tersebut diharapkan memberikan arahan yang tepat pada bawahannya untuk patuh pada proses hukum."
Febri juga menyampaikan, pihaknya mengapresiasi upaya kepolisian yang meningkatkan status penanganan perkara tersebut ke tingkat penyidikan. Hal tersebut dinilainya membuktikan bahwa dugaan penganiayaan memang terjadi.
"Hal ini berarti, semakin terbukti adanya penganiayaan yang dilakukan terhadap pegawai KPK yang bertugas," lanjutnya. "Sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya bukti kuat yang dpt digunakan untuk membuktikan adanya penganiayaan adalah bukti medis berupa visum, rekam medis atau bukti sejenis."
Pihak kepolisian sendiri telah menerima hasil visum dua pegawai KPK yang diduga menjadi korban penganiayaan. "Jadi visum itu yang minta kan tim penyidik kepada rumah sakit. Rumah sakit sudah melakukannya dan dikirim ke tim penyidik. Nanti digunakan untuk kelengkapan berkas dan dijadikan pedoman sakitnya di mana," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Komber Argo Yuwono.
Penganiayaan penyidik KPK terjadi di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) malam. Saat itu kedua pegawai lembaga antirasuah sedang ditugaskan ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi. Di lokasi kejadian, sebelumnya digelar rapat antara Pemprov dan DPRD Papua.
Sebelum terjadi penganiayaan, petugas KPK sempat menunjukkan identitas mereka. Meski demikian, aksi pemukulan tetap dilakukan. Akibat penganiayaan tersebut, pegawai KPK mengalami luka sobek di wajah dan retak pada bagian hidung.
(wk/nris)