Bantah Kerja Untuk Jokowi, LSI Denny JA: Mustahil Korbankan Kredibilitas Cuma Demi Pilpres
Nasional

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi menuding LSI Denny JA bekerja untuk Jokowi lantaran selalu unggul dalam hasil survei.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuduh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA bekerja untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pasalnya, hasil survei LSI kerap menunjukkan keunggulan paslon nomor urut 01.

Menanggapi tudingan tersebut, founder LSI, Denny Januar Ali, dengan tegas membantah. Menurutnya, tak mungkin lembaganya mengorbankan kredibilitas yang telah dibangun selama belasan tahun hanya demi Pilpres.

"Mustahil kami mengorbankan kredibilitas yang dibangun lebih dari 15 tahun," tutur Denny, Rabu (6/3). "Saya membangun ini untuk dikorbankan hanya demi pilpres saja."

Menurut Denny, LSI merupakan lembaga dengan kredibiltas yang tinggi. Denny juga menuturkan bahwa lembaga surveinya sudah mendapat banyak penghargaan, baik di tingkat nasional ataupun internasional.

"LSI itu lembaga survei paling tua, yang sampai saat ini masih aktif. Yang bisa dilihat jejaknya di Google. Semua rekor survei paling akurat, quick count paling akurat, dan juga quick count paling cepat," jelas Denny. "Semua rekor Muri itu diborong oleh LSI. Bahkan penghargaan internasional dari Times Magazine, dari Guiness Book of Record. Itu penghargaan dunia semua ada di LSI yang enggak ada di negara lain."


Dengan reputasi yang sangat tinggi, Denny menegaskan pihaknya tak mungkin melakukan manipulasi data. "Mustahil dengan record setinggi itu kita memain-mainkan data," ujar Denny.

Denny menilai bahwa selama ini hasil survei LSI tak jauh berbeda dengan hasil lembaga survei kredibel lain. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf memang selalu menjadi unggulan. Oleh sebab itu, Denny tak terima lembaganya saja yang dicurigai berpihak pada salah satu paslon.

"Kan bisa dibanding-bandingkan dengan lembaga survei kredibel lainnya. Sudah ada 8 lembaga survei yang mempublikasikan hasil surveinya. Lembaga survei yang kredibel, yang kerja sama dengan TV untuk quick count, itu saja yang dihitung. Itu kan enggak banyak beda juga," terang Denny. "Justru yang beda-beda itu yang harus dicurigai, kenapa beda sendiri. Justru lembaga lain yang harus dicurigai, lembaga survei yang kemarin sore."

Meski demikian, Denny bisa memaklumi tanggapan BPN Prabowo-Sandi terhadap hasil surveinya. Pasalnya, BPN Prabowo-Sandi dinilai merasa dirugikan oleh hasil survei LSI.

"Respon yang sering kali dirugikan itu juga standar," ujar Denny. "Lembaga tidak dipercaya, pendukung si ini, dan lain sebagainya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait