Penerbangan pesawat Garuda GA 237 dengan rute Surabaya-Jakarta terpaksa ditunda selama satu jam pada Senin (11/3).
- Bertilia Puteri
- Selasa, 12 Maret 2019 - 07:50 WIB
WowKeren - Penerbangan pesawat Garuda dengan rute Surabaya-Jakarta terpaksa ditunda pada Senin (11/3). Pasalnya, sebuah power bank atau pengisi daya portabel terbakar di dalam pesawat dengan nomor penerbangan GA 237 tersebut.
Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 19.35 WIB dari Bandara Juanda, Surabaya. Namun, sekitar pukul 19.30 WIB, tampak asap putih dari lorong pesawat di barisan kursi nomor 28 yang membuat panik para penumpang.
Akibatnya, para penumpang yang tadinya sudah duduk di kursi masing-masing berhamburan keluar dari pesawat. Petugas pun lantas mengarahkan mereka untuk kembali ke ruang tunggu.
Dilansir Antara pada Selasa (12/3), salah satu saksi mata bernama Agung Hendrawan menyebut bahwa asap berasal dari power bank yang terjatuh di lorong pesawat sekitar kursi 28. Tak asap yang terus mengepul, power bank tersebut juga lantas mengeluarkan api.
Untungnya, penumpang berhasil memadamkan api dari power bank tersebut dengan air serta diinjak. Kaus kaki salah seorang penumpang bahkan tampak terbakar hingga berlubang.
Penumpang baru kembali diarahkan masuk ke dalam pesawat setelah dilakukan pembersihan sekitar pukul 20.35 WIB. Pesawat pun lantas diberangkatkan ke Jakarta.
Meski demikian, masih belum diketahui siapa pemilik power bank tersebut. Ketika penumpang masuk ke pesawat pun bau asap sisa kebakaran masih tercium.
Pilot pesawat lantas menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Pesawat pun telah dinyatakan aman untuk terbang ke Jakarta setelah dilakukan pembersihan.
Ini bukan pertama kalinya terjadi insiden di dalam pesawat yang diakibatkan oleh pengisi daya portabel tersebut. Sebelumnya, sebuah power bank sempat meledak di maskapai penerbangan Royal Brunei Airlines pada 3 Januari 2019 lalu.
Beruntung pesawat dengan rute penerbangan Hong Kong-bandar Seri Begawan itu dapat mendarat dengan selamat. Pasalnya, awak kabin dengan sigap dapat menanggapi dan melakukan prosedur keselamatan.
(wk/Bert)