Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi, mengaku pihaknya hanya menyelenggarakan doa bersama saja.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 12 Maret 2019 - 14:49 WIB
WowKeren - Malam Munajat 212 yang diselenggarakan pada 21 Februari 2019 lalu menimbulkan sejumlah kontroversi. Pasalnya, acara tersebut dituding jadi ajang kampanye bagi kubu paslon Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI pun memanggil MUI DKI, Fadli Zon, serta Neno Warisman, terkait acara tersebut. MUI DKI memenuhi panggilan itu dan memberikan klarifikasi.
Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menyelenggarakan acara Munajat 212 yang dihadiri oleh sejumlah tokoh politik. Faiz mengaku pihaknya hanya menyelenggarakan doa bersama saja.
"MUI DKI Jakarta hanya menyelenggarakan senandung salawat dan zikir nasional sekaligus doa untuk keselamatan bangsa," jelas Faiz. "Kegiatan munajat (212) bukan tanggung jawab kami, bukan bagian dari kami."
Menurut Faiz, MUI DKI tidak mengundang sejumlah politik yang diketahui hadir dalam acara tersebut. Pasalnya, MUI DKI tidak berafiliasi kepada kelompok politik tertentu.
"Kalau ditanya soal pelanggaran, karena (kami) bukan timses, jadi kurang pas," tutur Faiz. "Tapi, sekali lagi kami tegaskan kami tidak mengundang tokoh politik, tokoh partai politik, baik dari timses 01 maupun 02."
Di sisi lain, Fadli dan Neno dijadwalkan memberi klarifikasi mengenai Munajat 212 pada siang ini. Mereka menjadi terlapor dari dugaan pelanggaran Pemilu dalam kegiatan Munajat 212.
Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah memberikan tanggapannya terkait panggilan dari Bawaslu DKI. BPN Prabowo-Sandi mengaku heran lantaran Bawaslu seolah tak pernah menanggapi laporan dari pihak mereka. Sementara itu, laporan dari pihak paslon 01 selalu cepat direspon.
"Banyak ya sebetulnya kalau Bawaslu ini, kita juga bingung juga banyak sekali laporan-laporan kita mentok," ujar Habiburokhman di Kantor KPU Jakarta, pada Senin (11/3). "Walaupun di sisi sana (kubu Jokowi) ada laporan juga yang tidak ditindaklanjuti."
Diketahui, Munajat 212 dihadiri beberapa tokoh penting seperti Fadli selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra serta Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga berkesempatan memberikan pidato sambutan soal persatuan dan Presiden.
"Persatuan nomor satu, soal presiden.." ujar Zulkifli. "Nomor dua!" jawab massa yang hadir.
(wk/Bert)