Kebut Perekaman e-KTP, Pemkot Surabaya Buka Layanan di Siola Hingga Tengah Malam
Nasional

Saat ini, warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP berjumlah 98 ribu orang.

WowKeren - Setiap warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun diwajibkan untuk memiliki e-KTP. e-KTP diperlukan sebagai penunjuk identitas resmi sebagai penduduk negara ini. Sayangnya, masih banyak warga yang belum melakukan perekaman e-KTP ini, termasuk di Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) berupaya mempercepat pelayanan perekaman e-KTP bagi warganya. Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan bahwa saat ini masih banyak warga Surabaya yang belum melakukan perekaman. Hal tersebut dilihat dari data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Untuk mempercepat program ini, layanan tersebut dibuka mulai pukul 07.30 WIB hingga tengah malam jam 24.00 selama 14 hingga 31 Maret. Adapun proses perekaman akan dilakukan di sisi barat depan Museum Surabaya (Siola).

"Per tanggal 14-31 Maret 2019," kata Agus di Surabaya, Rabu (13/3). "Kita akan mempersilakan seluruh warga kota yang belum perekaman untuk datang merekamkan dirinya ke Siola."

Agus menuturkan bahwa ada warga yang memiliki halangan untuk bisa datang langsung ke Siola, misalnya mereka para lansia dan juga penyandang disabilitas. Untuk itu, Dispendukcapil juga menyiapkan program Jemput Bola (Jebol).


Melalui program tersebut, petugas akan turun langsung ke lapangan guna mendatangi para lansia maupun penyandang disabilitas mulai 14 hingga 31 Maret.

"Kami juga membuat program Jemput Bola (Jebol), kami turun ke wilayah yang akan didata oleh Lurah," terang Agus. "Untuk lansia dan disabilitas nanti kami akan mobile bergerak turun mulai tanggal 14-31 Maret 2019."

Berdasarkan data SIAK, jumlah penduduk Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP jumlahnya ada 98 ribu orang. Namun, Agus menilai bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah angka tersebut sama dengan yang ada di lapangan. Sebab, data penduduk bersifat dinamis sehingga bisa berubah-ubah setiap saat.

Agus menerangkan bahwa saat ini seluruh camat dan lurah se-Surabaya sedang berupaya untuk memastikan jumlah penduduknya. Sebab, ada penduduk yang datang dan pergi setiap harinya.

"Karena data itu bergerak tiap hari, ada datang dan pindah," terang Agus. "Karena itu, sekarang seluruh camat dan lurah mendata data itu, untuk memastikan warga tersebut ada atau tidak."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait