Beredar Hoaks WNI Tewas di Penembakan Masjid Selandia Baru, Kakak Korban Minta Hentikan
Nasional

Menurut sang kakak, kondisi WNI yang menjadi korban tragedi penembakan masjid Selandia Baru kini telah membaik.

WowKeren - Peristiwa penembakan masjid yang terjadi di Selandia Baru pada Jumat (15/3) turut menelan korban dua orang Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka adalah pria bernama Zulfirmansyah serta anaknya.

Ayah dan anak tersebut dikabarkan mengalami luka tembak. Zulfirmansyah tertembak di bagian paru-paru, sedangkan anaknya tertembak di bagian kaki. Mereka tengah mendapat perawatan.


Namun, ternyata ada hoaks yang sempat beredar bahwa keduanya tewas dalam peristiwa tersebut. Kakak kandung Zulfirmansyah, Handra, lantas meminta semua pihak agar tidak menyebarkan informasi hoaks terkait kondisi adiknya.

"Berita kematian adik saya itu hoaks. Kami sangat terganggu karena sekarang sudah menyebar di media sosial," tutur Handra di kediamannya di Padang, Sumatera Barat, dilansir kompas.com, Jumat. "Padahal kondisi terakhirnya sudah cukup baik, kendati belum sadar."

Menurut Handra, berita hoaks yang beredar di media sosial tersebut mengabarkan bahwa Zulfirmansyah, alumni SMA 1 Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, telah meninggal dunia. Padahal, kondisi Zulfirmansyah telah membaik. Pria tersebut juga bukan merupakan alumni SMA 1 Painan.

"Dia juga bukan alumni SMA 1 Painan. Dia orang sini, SD di Lapai, SMP 12 Padang. Kemudian lanjut ke sekolah seni SMSR di Padang," jelas Handra. "Jadi tidak benar sekolah di SMA 1 Painan."

Handra mengaku berita yang simpang siur mengenai adiknya sangat mengganggu keluarga. Oleh sebab itu, ia berharap publik tidak lagi memberikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Berita hoaks ini sudah sangat mengganggu. Sampai sekarang kedua orangtua saya belum tahu," tutur Handra. "Saya belum memberi tahu karena mereka berdua sedang sakit. Saya takut informasi ini, apalagi informasi hoaks sampai ke kedua orangtua saya."

Terkait dengan kondisi Zulfirmansyah, Handra mengaku akan segera mengunjungi sang adik di Selandia Baru. Handra berharap pemerintah Indonesia dapat memberi bantuan fasilitas supaya ia dapat melihat kondisi adiknya.

"Dalam waktu dekat, saya akan ke Selandia Baru. Saya minta pemerintah untuk bisa memfasilitasinya karena informasi yang saya dapat, saat ini adik saya dalam pengawasan otoritas setempat," tutur Handra. "Jadi untuk ke sana perlu akses, makanya saya minta bantuan nantinya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...