Satu WNI Jadi Korban Meninggal Dunia Akibat Penembakan Masjid di Selandia Baru
Nasional

Peristiwa penembakan dua masjid di Selandia Baru menuai banyak kecaman, beberapa WNI diketahui menjadi korban.

WowKeren - Peristiwa penembakan yang terjadi di dua masjid di Selandia Baru mendapatkan banyak sorotan dunia. Kejadian yang menuai kecaman dunia ini terjadi di Masjid Al Noor dan masjid kota Linwood pada Jumat (16/3) kemarin.

Polisi sudah mengamankan pelaku penembakan bernama Brenton Tarrant. Ia merupakan seorang Warga Negara Australia yang menyiarkan tindakan kejam dirinya dalam video live streaming di Facebook.

Sementara itu, kabar sebelumnya menyebutkan ada enam orang Warga Negara Indonesia yang berada di lokasi penembakan. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengabarkan sebanyak tiga orang berhasil melarikan diri, sementara tiga yang lain masih belum bisa dihubungi.

Menyusul kemudian kabar mengenai dua orang WNI ayah dan anak yang turut menjadi korban. Dua WNI tersebut diketahui bernama Zulfirmansyah dan satu anaknya.


Pria yang akrab dipanggil Zul dan anaknya tersebut dikabarkan tengah dirawat di rumah sakit. Zul masih menjalani serangkaian operasi karena luka tembak di paru-parunya. Sementara sang anak dikabarkan sudah dalam kondisi stabil.

Di sisi lain, kabar duka menyelimuti Indonesia terkait peristiwa penembakan di Selandia Baru itu. Satu orang WNI atas nama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid dikabarkan meninggal dunia. Lilik meninggal karena terkena peluru lantaran peristiwa penembakan di Masjid Al-Noor Christchurch, Selandia Baru.

“KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 bahwa WNI atas nama Bapak Lilik Abdul Hamid (Pak Lilik) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat ini telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch,” demikian keterangan KBRI Wellington seperti dilansir Kumparan pada Sabtu (16/3). Kabar duka ini juga dikonfirmasi oleh Dubes Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Pihak Kementerian Luar Negeri juga memberikan kabar terbaru mengenai jumlah WNI yang turut menjadi korban penembakan. "Empat orang telah dinyatakan selamat, dua orang luka dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia," terang Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait