PDI-P Ngotot Golkar dan PKB Harus Bisa Kalahkan Gerindra di Pileg Karena Alasan Ini
Nasional

Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto, yakin bahwa peluang Golkar dan PKB mengalahkan Gerindra terbuka lebar.

WowKeren - Persaingan antar partai jelang Pemilihan Umum (Pemilu) semakin ketat. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjadi partai dengan elektabilitas paling tinggi. Partai Gerindra pun menyusul di peringkat kedua.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Menurut Hasto, Golkar dan PKB yang juga tergabung dalam koalisi tersebut mampu mengalahkan dan merebut posisi partai Gerindra.


Hasto menjelaskan bahwa hal tersebut diperlukan demi menguatkan sistem presidensial andai paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin terpilih. Sehingga Golkar dan PKB diharap bisa menempati urutan kedua dan ketiga dalam Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

"PDI-P sangat berkepentingan pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin kuat, efektif dan solid," tutur Hasto lewat keterangan tertulis, Kamis (21/3). "Karena itulah dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi nomor 2 mengalahkan Gerindra dan PKB nomor 3."

Diketahui, hasil survei Litbang Kompas mengungkap bahwa PDI-P berada di urutan pertama dengan elektabilitas 26,9 persen. Sedangkan Partai Gerindra di urutan kedua dengan 17 persen.

Golkar sendiri berada di urutan ketiga dengan 9,4 persen. Dan PKB menempati posisi keempat dengan 6,8 persen.

Sementara itu, Hasto yakin bahwa peluang Golkar dan PKB mengalahkan Gerindra terbuka lebar. Pasalnya, elektabilitas Gerindra dinilai masih mengandalkan efek ekor jas (coattail effect) dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Hasto, Gerindra tidak memiliki kekuatan teritorial.

"Dengan demikian kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan," jelas Hasto. "Di sini tokoh-tokoh NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerak HTI yang berada di belakang Prabowo-Sandi."

Tak hanya itu, keyakinan Hasto juga didasarkan pada elektabilitas Prabowo-Sandi yang hanya meningkat sebanyak 4 persen dalam waktu 6 bulan. Menurut Hasto, kubu Prabowo-Sandi serta partai pendukungnya pasti mengalami kesulitan untuk menaikkan elektabilitas dalam sisa waktu yang tinggal sebulan ini.

"Maka kami optimis Jokowi-Kiai Haji Ma'ruf Amin menang semakin tebal," jelas Hasto. "Elektoral PDI-P yang tinggi akan jadi daya dorong maksimum bagi Jokowi-Kiai Haji Ma'ruf Amin."

You can share this post!

Related Posts
Loading...