Kontroversi Pemakaian Jas di Pemilu, TKN Jokowi Sebut Alasan BPN Prabowo Ngawur
Nasional

BPN Prabowo menyebut bahwa pemakaian jas merupakan bentuk penghormatan Prabowo-Sandiaga terhadap kedaulatan rakyat.

WowKeren - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengimbau para pendukungnya untuk memakai baju putih saat datang ke TPS pada Rabu (17/4) nanti. Ia juga mengklaim bahwa putih merupakan ciri khas rakyat Indonesia. Menyindir lawannya, Jokowi menyebut bahwa jas cukup mahal dan identik dengan budaya orang Barat.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi pernyataan Jokowi itu. Juru Bicara BPN Suhud Aliyudin menyebut bahwa jas merupakan pakaian resmi. Baik Prabowo maupun Sandiaga menganggap bahwa Pemilu adalah forum resmi.

"Jas itu pakaian resmi," kata Suhud, Rabu (27/3). "Pasangan Prabowo-Sandi mengenakan jas karena menganggap pemilu merupakan forum resmi."

Suhud mengatakan bahwa Prabowo dan Sandiaga mengenakan jas untuk menghormati kedaulatan rakyat. Tentu saja, pihaknya tidak pernah mewajibkan para pemilih untuk mengenakan jas saat mencoblos nanti.

"Untuk menghormati kedaulatan rakyat dalam Pemilu, maka pasangan Prabowo-Sandi mengenakan setelan jas," tutur Suhud. "Kalau ke TPS ya nggak perlu juga pakai jas."


Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin memberikan respons terkait pernyataan BPN. Anggota TKN Tiurmaida Tampubolon menganggap alasan tersebut kurang sesuai.

"Masak sebagai tanda menghormati rakyat, caranya Capres berfoto di kertas suara mengenakan setelan jas," kata Tiur, Rabu (27/3). "Ada-ada saja."

Tiur menilai bahwa Jokowi-Ma'ruf sudah memberikan contoh yang benar dengan berpakaian sederhana. Sebab, tak semua rakyat Indonesia mampu membeli jas yang harganya mahal.

"Misalnya tampil berpakaian sederhana yang bisa digapai rakyat Indonesia kebanyakan," lanjut Tiur. "Bukan dengan setelan jas mahal sampai puluhan juta, sementara umumnya rakyat Indonesia belum mampu membelinya."

Menurutnya, menghormati rakyat tidak dilakukan dengan memakai jas mahal. Alasan pemakaian jas oleh Prabowo-Sandiaga yang disebut-sebut untuk menghormati rakyat dinilai terlalu dibuat-buat.

"Jelas ya menghormati rakyat bukan dengan tampilan artifisial memakai setelan jas mahal seperti dilakukan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi pada foto di kertas suara," lanjut Tiur. "Penjelasan ngawur kalau seperti itu."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait